Sektor pariwisata Singapura bangkit dari tahun 2020 dengan ketahanan dan transformasi yang lebih luas

Diterbitkan oleh Adhie pada Jumat, 5 Februari 2021 06:21 WIB dengan kategori Bisnis Daerah Internasional Nasional dan sudah 369 kali ditampilkan

SURABAYA - Meskipun mengalami tahun terberat yang pernah tercatat, sektor pariwisata  Singapura  telah  mengambil  langkah  untuk  menata  kembali  penawaran  dan pengalamannya, selagi mendukung upaya penanganan pandemi COVID-19 secara nasional di Singapura. Berbagai perusahaan sektor pariwisata memanfaatkan berbagai   dukungan pemerintah setempat untuk melakukan   transformasi   terhadap produk   dan   penawaran mereka,sembari  membangun  kapabilitas untuk membuka peluang  pertumbuhan  di  masa depan.

Keith  Tan, Chief Executive,  Singapore  Tourism  Board  (STB)mengatakan:  "Sektor pariwisata Singapura  harus  berjuang  untuk  bertahan  pada  tahun  2020.  Bisnis  pariwisata  kami  telah menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang luar biasa selama periode yang sulit ini, memperbarui model bisnis mereka sertamemanfaatkan teknologi untuk menemukan solusi di tengah pandemiCOVID-19. Saya juga berterima kasih atas komitmen mereka untuk menjaga  warga  Singapura  tetap  aman  dan  sehat.  STB  tetap  yakin  akan  posisi  Singapura sebagai salah satu tujuan wisata dan bisnis yang menarik dan aman di dunia, serta prospek jangka panjang sektor pariwisata Singapura. Meski sepertinya pariwisata massal belum dapat kembali secara signifikan di 2021,STB akan terus berdiri bersama dengan mitra industri kami untuk mempersiapkan pemulihan dan mulai membangun masa depan yang lebih baik serta lebih berkelanjutan untuk sektor pariwisata.

”Karena pembatasan perjalanan global dan penutupan perbatasan yang belum pernah terjadi sebelumnya,    Singapura    mengalamipenurunan baik kunjungan    wisatawan maupunpenerimaan pariwisata pada tahun 2020. Kunjungan wisatawan (Visitor Arrivals)turun 85,7%pada  tahun  2020  menjadi  2,7  juta wisatawan(hampir  semuanya  dari  dua  bulan  pertamadi tahun2020), sedangkan penerimaan pariwisata (Tourism Receipts)turun 78,4%menjadi S$4,4 miliar pada tiga kuartal pertama tahun 2020.