Hasil Tabulasi KPAI, Kasus Trafficking dan Eksploitasi Anak Capai 149 Kasus

Diterbitkan oleh Admin pada Ahad, 7 Februari 2021 14:36 WIB dengan kategori Headline Jakarta dan sudah 88 kali ditampilkan

JAKARTA, -- Dalam rangka penanganan maraknya kasus prostitusi anak di Indonesia, KPAI juga turut serta mengikuti rapat koordinasi bersama KPPPA yang juga melibatkan K/L pada Rabu (03/02) Lalu

Banyaknya laporan yang masuk mengenai kasus prostitusi anak di Indonesia, dan terhitung sejak Januari sudah ada 79 korban prostitusi anak, diantaranya seperti yang telah terjadi di daerah Pontianak sebanyak 14 kali penertiban oleh pihak Kepolisian sejak Juli 2020.

Kejadian tersebut juga terjadi di apartemen Green Pramuka Jakarta sebanyak 47 anak terjaring dalam operasi Yustisi Polsek Cempaka Putih, di Sunter Jakarta Utara juga sebanyak 4 anak telah diamankan akibat prostitusi online, sementara di Mojokerto dan Sidoarjo terjadi pada 36 orang anak.

Menindaklanjuti hal tersebut KPAI melihat langkah - langkah yang harus dilakukan saat ini, diantaranya adalah mendorong koordinasi antar pemangku kepentingan perlindungan anak, Gugus Tugas TPPO, dan penegakkan hukum, dalam membangun situasi kondusif penanganan korban dan sanksi pidana sesuai dengan aturan hukum yang berlaku.

Memastikan anak mendapatkan pemenuhan layanan rehabilitasi psiko-sosial dengan memenuhi protokol kesehatan, terutama intervensi kesehatan reproduksi (kespro) fisik dan psikologis,
Aparat penegak hokum segera mengungkap kasus - kasus tersebut dan menangani sampai akarnya dengan menggunakan aturan yang berlaku, yakni UU No 35/2014 tentang perlindungan anak, UU No 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO dan aturan perundangan lainnya.

Meningkatkan pengetahuan dan wawasan orang tua dan kalangan pelajar mengenai pemahaman kespro dan tindak pidana perdagangan orang mendorong partisipasi anak dalam pembangunan sehingga anak memiliki kegiatan positif dalam pemanfaatan waktu luang dan terhindar pada situasi buruk prostitusi.

Perlunya peningkatan edukasi Internet sehat dan pemanfaatan digital untuk kegiatan positif berdasarkan masukan dari masyarakat, dan meminta pemerintah menutup platform media yang menyediakan aplikasi pertemanan yang potensial bahkan sangat massif digunakan untuk kegiatan prostitusi online.

Sementara berdasarkan hasil pengawasan langsung maupun tidak langsung diketahui dalam situasi covid-19 tidak menyurutkan maraknya kasus trafficking dan eksploitasi pada anak yang terlihat dari hasil tabulasi data pengawasan KPAI sampai dengan 31 Desember 2020 mencapai  149 kasus.

Hal tersebut sehingga KPAI mendorong dan memastikan terselenggaranya penanganan dan rehabilitasi anak korban sesuai dengan B-IV Protokol Penanganan Anak Korban Kekerasan Kekerasan Dalam Situasi Pandemi Covid-19.

Ai Maryati Sholihah, selaku Komisioner KPAI mengungkapkan bahwa banyak sekali modus yang dilakukan dalam rekrutmen jaringan prostitusi, bisa menggunakan proses offline maupun online di media sosial.

"Selain itu terdapat modus lowongan kerja, modus jadi pacar, hingga mengajak teman (peer recruitment) untuk masuk dunia prostitusi." Kata Ai

Ditambahkan nak-anak yang terjalin dalam prostitusi mempunyai kondisi yang berbeda-beda ada yang  masih sekolah, putus sekolah, anak lari dari keluarga, lingkungan, hingga pergaulan yang mendukung dalam gaya hidup hedonis dan berpenghasilan instan. (*/)