GP Ansor Kepri: Industri di Kepri Butuh Insentif untuk Bangkit

Diterbitkan oleh Tauhid pada Rabu, 24 Maret 2021 07:47 WIB dengan kategori Batam Headline Kepri Terkini dan sudah 962 kali ditampilkan

BATAM - Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kepulauan Riau (Kepri) mendukung adanya insentif dan keringanan pembayaran Uang Wajib Tahunan (UWT) di kawasan Industri di Batam.

"Pandemi covid-19 berimbas ke segala lini, termasuk kalangan Industri. Pemerintah perlu memberikan stimulus kepada Industri guna memacu akselerasi pemulihan ekonomi khususnya di Kepri yang merupakan kawasan investasi," Ungkap Ketua PW GP Ansor Kepri, Rahmad Budiharto.

Menurutnya hingga kini sektor industri masih menopang pertumbuhan ekonomi di Kepri maupun kota Batam. Sehingga pemerintah perlu membantu industri agar dapat kembali bangkit.

"Kalau Industri Kepri menunjukkan performa yang baik selama masa pemulihan ekonomi ini tentu akan menjadi salah satu daya tarik investor berinvestasi di sini. Selain itu dampaknya juga akan ke masyarakat dengan terbukanya lapangan pekerjaan lebih luas," jelas pria yang juga akademisi Fakultas Ekonomi Universitas Ibnu Sina ini.

Ketua PW GP Ansor Kepri juga mengatakan pentingnya pemerintah menjaga daya tarik Batam sebagai kawasan Investasi mengingat letak strategis wilayah Kepri, khususnya kota Batam. Salah satu upaya yang perlu dilakukan pemerintah menurut Budi adalah menekan harga gas Industri di Kepri.

"Gas menjadi penunjang sumber energi Industri di Kepri. Kalau pemerintah serius ingin meningkatkan daya saing Kepri, maka harga gas Industri perlu ditinjau kembali. Di Kepri 7 Dolar AS per MMBTU, sedangkan daerah lain cuma 6 dolar AS per MMBTU. Padahal di Kepri ini kan ada daerah penghasil gas," kata Rahmad.

Ia menilai pandemi covid-19 yang berdampak pada perekonomian global dapat menjadi momentum bagi Kepri untuk bangkit sebagai salah satu pusat ekonomi terkemuka di Asia Pasifik. 

"Kuncinya ada di dukungan pemerintah untuk percepatan pemulihan ekonomi di Kepri. Karena sekarang ini dunia sedang berada dalam 'Great Reset', sama-sama berangkat dari titik nol untuk kembali bangkit," pungkas Rahmad.