Sub Dayeuhkolot Sektor 7 Satgas Citarum Bangun Rumah Maggot

Diterbitkan oleh Tauhid pada Rabu, 7 April 2021 21:09 WIB dengan kategori Headline Nasional dan sudah 44 kali ditampilkan

BANDUNG

Maggot adalah bayi larva lalat, yang mampu menguraikan sampah organik dengan sangat cepat dalam jumlah besar. Pengembangan maggot menjadi produk olahan pakan ayam, bebek, ikan, dan burung. Dengan adanya maggot nantinya masyarakat bisa mengelola sampah rumah tangganya. Sehingga budidaya maggot ini tak hanya berpotensi bisnis, namun juga berpotensi pengembangan ekonomi masyarakat dengan membantu mengatasi masalah lingkungan.

Dansektor 7 Kolonel Inf Jefson Marisano berkunjung ke Taman Ceria di Bantaran Sungai Citarum Sub Sektor Dayeuhkolot. Ia mengatakan," saat ini Sub Dayeuhkolot yang dipimpin Serma Erfin bersama warga RW. 04 Kampung Bojongasih Desa Dayeuhkolot sedang membangun Rumah Maggot. Rumah Maggot  yang dibangun ini sangat sederhana sekali, hanya berukuran 3 m x 2 m, Rabu (7/4/2021).

Kemudian Kolonel Inf Jefson menjelaskan, " Proses pembuatan rumah maggot yang dilakukan anggota Sub Sektor Dayeuhkolot dan warga saat ini sedang berjalan dan ditargetkan rampung pekan depan, sehingga awal pekan depan sudah bisa dioperasionalkan.

"Kedepannya rumah maggot tersebut akan menjadi pengolahan sampah organik yang dihasilkan dari sampah rumah tangga lingkungan RW setempat, " urainya.

Masih menurut Dansektor 7 , " pembangunan rumah maggot ini, selain untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Rajamandala Kabupaten Bandung Barat, kedepannya akan dijadikan budidaya pakan ternak. Kualitas pakan ternak dari maggot menghasilkan hasil yang baik dengan protein yang tinggi dibandingkan pakan ternak lainnya ".

Banyak sampah organik dari rumah tangga tidak bisa dimanfaatkan. Padahal ini bisa dikelola dengan baik dengan cara membuat maggot. Kalau sampah plasik, kertas dan lainnya bisa dijual kembali.

" Rumah maggot juga disiapkan bank sampah, sehingga sampah dari warga bisa dipilah berdasarkan kategori organik dan non organik. Sampah non organik masih dipilah lagi, yang sekiranya bisa didaur ulang dan dijual kembali maka akan dikumpulkan, " pungkas Dansektor 7 Kolonel Inf Jefson Marsiano. (Pendam III/Siliwangi).

Suroto Anto Saputro