KKM Desa Musai Jelaskan Fungsi Intake Cadangan yang dianggap Tidak Bisa digunakan

Diterbitkan oleh Saiful pada Senin, 12 April 2021 06:46 WIB dengan kategori Headline Lingga Liputan Khusus dan sudah 105 kali ditampilkan

Tudingan terhadap Kelompok Keswadayaan Masyarakat (KKM) yang dinilai melakukan ketidak sesuaian kerja pada pembangunan bak air cadangan di Desa Musai ditanggapi langsung oleh Ketua KKM, Al Khusairi.


“yang menjadi masalah saat ini adalah bak air (intake/broncaptering) kedua di Desa Musia. Perlu kami jelaskan fungsi dari bak air kedua tersebut adalah sebagai bak air cadangan yang akan di fungsikan pada saat kemarau tiba untuk mengantisipasi kelangkaan air di desa” Tutur Khusairi. Ia juga melanjutkan cara kerja bak kedua tersebut nantinya adalah memompa air menuju reservoir (menara air) kemudian di salurkan ke rumah-rumah warga.


Ketua KKM juga menjelaskan selain adanya rekayasa penambahan Intake baru, upaya pengoptimalan layanan air juga dilakukan dengan pemambahan volume pipa pada bak pertama menuju rumah-rumah warga. Selain itu penggunaan meteran air juga dilakukan agar layanan lebih optimal.


“Dengan penggunaan meteran, penggunaan air oleh warga lebih terkontrol. Sehingga air bisa mencapai bagian desa terjauh” ujar Khusairi.


 Fasilitator Teknik, Ramadhan juga mengungkapkan intake kedua memang baru akan difungsikan pada saat musim kemarau tiba. Selain itu ia juga menjawab tudingan terkait ketidak sesuaian hasil kerja dengan gambaran RAB sebelumnya.


“karena faktor alam yakni curah hujan yang tinggi  sehingga menyebabkan tergerusnya struktur tanah pada bahu bak, maka melalui rapat KKM dan didampingi fasilitator teknik dari dinas PUTR kita melakukan perubahan rencana pembangunan. Dan itu semua sudah melalui diskusi dan pertimbangan antara Dinas PUTR , KKM, Fasilitator Teknik, dan Pihak Desa (Kepala Desa, jajaran dan perwakilan warga-red). Rekayasa yang kami lakukan adalah pelebaran intake cadangan ini dan penambahan volume pipa dengan tujuan menambah daya tampung ketika musim hujan” tutur Ramadhan. 

 

Menurut pengakuan dari masyarakat yang ada di dusun pelanduk dengan adanya pemasangan meteran air dan penambahan volume Pipa kerumah-rumah bahwa aliran dan air semakin lancar dan mampu menjangkau rumah-rumah yang selama ini belum maksimal


Intake cadangan ini diselesaikan pada Desember 2020 dan sudah diserah terima dari pihak Dinas PUTR kepada KKM desa Musai.