Kadishub Batam, Rustam Efendi Dipindahkan ke Rutan Tipikor Tanjungpinang

Diterbitkan oleh Saiful pada Senin, 19 April 2021 13:18 WIB dengan kategori Batam Headline dan sudah 160 kali ditampilkan

BATAM – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Rustam Efendi dipindahkan penyidik Kejaksaan Negeri Batam ke Rutan Tipikor Tanjungpinang, Senin (19/4/2020).

Sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (8/4/2021) lalu, Rustam ditahan di rumah tahanan Polsek Batam Kota Polresta Barelang.
Dari Polsek Batam Kota, Rustam dibawa menggunakan mobil Toyota Inova warna silver dengan nomor polisi BP 1725 JP. Dikawal oleh 4 orang petugas dari kejaksaan dan dua orang anggota Polsek Batam Kota.

Saat dipindahkan, Rustam mengenakan baju kemeja lengan pendek warna merah dibalut rompi merah bertuliskan tahanan Kejaksaan Negeri Batam.

Jaksa Kejaksaan Negeri Batam, Dedi Simatupang mengatakan, sebelum dipindahkan Rustam itu menjalani swab test covid-19 terlebih dahulu dan hasilnya negatif.

“Hari ini tersangka kita pindahkan ke rumah tahanan Tipikor di Tanjungpinang. Jadi sudah tidak kita titipkan lagi disini,” ucap Dedi.

Sementara itu Kapolsek Batam Kota, AKP Nindya Astuty menyampaikan, selama dititipkan di rutan Polsek Batam Kota, Rustam dalam keadaan baik.

Pihaknya sudah menerima pemberitahuan pemindahan Rustam sejak beberapa hari sebelum pemindahan. “Iya, sudah dipindahkan,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Rustam Efendi ditetapkan tersangka dugaan tindak pidana korupsi oleh Tim penyidik Kejaksaan Negeri Kota Batam, Kamis (8/4/2021).

“Tersangka RE melakukan tindak pidana bersama-sama dengan tersangka Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Batam, H yang telah ditahan sebelumnya,” ucap Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batam Polin Otavianus Sitanggang melalui Plt Kasintel Kejaksaan Negeri Kota Batam, Hendarsyah Yusuf Permana.

Disampaikan Hendarsyah, klasifikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh tersangka Rustam Efendi dan tersangka H adalah tindak pidana korupsi yang terkait dengan perbuatan pemerasan.

Perbuatan tersangka Rustam Efendi bersama-sama dengan tersangka H telah mengganggu iklim investasi di Kota Batam di tengah terpuruknya ekonomi di saat pandemik covid-19.

“Pungutan liar yang dilakukan oleh tersangka RE bersama-sama dengan tersangka H dilakukan terhadap penerbitan SPJK yang merupakan syarat terbitnya surat KIR (Pengujian Kendaraan Bermotor), dimana subjek pungutan liar adalah dealer mobil se-Kota Batam,” ungkapnya. (dam)

Sumber