Program Kemenkumham, BNNP, IKAI, Merehab 685 WBP Rutan dan Lapas di Sulsel

Diterbitkan oleh Admin pada Senin, 19 April 2021 14:31 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 196 kali ditampilkan

MAKASSAR, -- Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sulsel, Edi Kurniadi mengatakan bahwa tahun 2021 ini sebanyak 685 orang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP)  pada Lapas dan Rutan di Sulsel mengikuti program rehabilitasi bagi pecandu  narkotika.

Kegiatan Senin (19/04/2021) tersebut merupakan kerjasama Kanwil Kemenkumham Sulsel dengan Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Sulsel dan Ikatan Konselor Adiksi Indonesia (IKAI) Sulsel.

Lanjut menurut Edi, bahwa Rehabilitasi ini merupakan proses pemulihan secara komprehensif bagi WBP dari ketergantungan narkoba, agar berhenti menyalahgunaan narkotika, mengurangi keparahan relaps, serta memperbaiki fungsi fisik, psikologi dan fungsi adaptasi sosial.

“Rehabilitasi medis diikuti 380 WBP berasal dari 5 UPT Rutan Sulsel dan rehabilitasi sosial  dikuti 305 WBP dari 5 UPT Lapas Sulsel.” Ulas Edi. 

Adapun rehabilitasi medis dilakukan rutan makassar (200 WBP), rutan jeneponto (40 WBP), rutan makale (40 WBP), rutan enrekang(40 WBP), dan rutan pinrang  (60 WBP), sedangkan rehabilitasi sosial dilakukan lapas narkotika sungguminasa sebanyak (135 WBP), lapas perempuan sungguminasa (20 WBP),  lapas bulukumba (60 WBP), lapas watampone (30 WBP), dan  lapas palopo sejumlah (60 WBP). 

Kakanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto dalam hal ini berharap dengan mengikuti rehabilitasi akan ada peningkatan kualitas kesehatan oleh Tahanan dan WBP baik biologis, psikologis dan sosial  yang bebas dari ketergantungan terhadap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.

“Juga meningkatnya produktifitas serta kualitas hidup mereka sehingga dapat menjalankan fungsi sosialnya dengan baik," Tetang Harun Sulianto.

Sementara itu, menurut Kabid Pembinaan, Bimbingan, dan TI Kanwil Sulsel, Rahnianto mengatakan bahwa rehabilitasi medis dilakukan dengan Terapi sistomatik dan psikososia, sedangkan rehabilitasi sosial dengan Therapeutic Community berbasis Pemasyarakatan dan berlangsung selama berlangsung selama 6 bulan, kemudian 6 bulan berikutnya diganti dengan peserta WBP lain. (*/)