Program Gerakan Cinta Zakat, Bupati dan Wakil Bupati Kendal Berzakat Melalui Baznas

Diterbitkan oleh Tauhid pada Jumat, 7 Mei 2021 06:35 WIB dengan kategori Daerah Jawa Tengah dan sudah 115 kali ditampilkan

KENDAL

Gerakan Cinta Zakat yang diluncurkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 15 April diharapkan memberikan manfaat kepada warga Indonesia terutama dalam pengentasan kemiskinan, kemarin hari Kamis (6/5/2021).

Menyikapi hal tersebut Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengadakan Lounching Gerakan Cinta Zakat, Infaq dan Shodaqoh yang dilakukan secara Virtual dan diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota se Jawa Tengah.

Ganjar Pranowo mengatakan jika Zakat dinilai memberikan bantuan yang sangat besar, terutama dalam penyelesaian masalah sehari-hari masyarakat.

“Gerakan Cinta zakat ini tentu memberikan banyak manfaat, kita bisa membantu warga yang mungkin belum tercatat di Dinas Sosial. permsalahannya mungkin banyak yang belum tahu cara berzakat melalui baznas, disinilah saya harap semua sudah mengetahui sekaligus saya ajak untuk ikut berzakat di Baznas,” Ujar Gubernur Jawa Tengah.

Usai acara launching “Gerakan Cinta Zakat”, dilanjut dengan Zakat yang dilakukan oleh setiap Pimpinan Daerah di masing-masing Kabupaten/Kota.

Kabupaten Kendal diawali oleh Bupati Dico M. Ganinduto, B.Sc, kemudian Wakil Bupati H. Windu Suko Basuki, S.H dan dilanjut oleh Forkopimda lain kemudian para OPD.

Adapun Sekretaris Daerah Kendal Moh Toha sempat menyampaikan ajakan kepada seluruh peserta yang hadir untuk berzakat melalui Baznas, lebih lanjut pihaknya juga menyarankan jika zakat tidak hanya terhitung dari penghasilan gaji yang melekat.

“Mari kita sukseskan gerakan cinta zakat ini, karena memiliki banyak manfaat yang tinggi khususnya membantu saudara kita, 2,5 persen sebenarnya tidak hanya berasal dari gaji kita yang melekat namun bisa juga dari bisnis ataupun TPP yang kita dapat,” jelas Sekda Kendal.

Disisi lain Ketua Baznas Kendal KH. Ubaidillah menyebut jika Aparatur Sipil Negara (ASN) Kendal yang telah berzakat kurang lebih 6500 dari jumlah 7400 atau setidaknya terdapat 87 persen partisipan yang berzakat melalui Baznas Kendal.

Pewarta :
Suroto Anto Saputro