Rohaizat : Masyarakat Tanjung Uma Akan Melawan Jika Rencana Reklamasi PT Bumi Mas Putra Perkasa Terus Berlanjut

Diterbitkan oleh Saiful pada Senin, 31 Mei 2021 10:57 WIB dengan kategori Batam Headline dan sudah 798 kali ditampilkan

BATAM – Rencana reklamasi yang akan dilakukan PT. Bumi Mas Putra Perkasa yang dikhawatirkan akan berakibat rusaknya hutan mangrove di wilayah pantai Kampung Tua Tanjung Uma. Hal ini memancing protes dari warga dan tidak terkecuali Rohaizat, Anggota DPRD Kota Batam Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga merupakan putra asli Kampung Tua Tersebut (30/05/2021).

“Akan ada kerusakan lahan mangrove yang disebabkan aktifitas perusahaan ini nantinya. tentu akan  sangat merugikan masyarakat khususnya para nelayan. Selain itu perusaan juga tidak memiliki izin untuk melakukan aktifitas di wilayah kampung kami ini” papar Rohaizat.

Pihak perusahaan berdalih saat ini memiliki PL dari BP Batam, namun hal itu juga di bantah oleh Rohaizat.

“Titik yang diklaim perusahaan itu masuk kedalam wilayah kampung tua. Jika mereka mengklaim memiliki PL dari BP Batam, maka warga juga punya bukti berupa dokumen-dokumen lama yang bisa membuktikan bahwa wilayah ini sudah ada sebelum BP Batam atau yang dulu sebut otorita Batam ada” tegas Rohaizat.

Dalam penyampaiannnya saat aksi bersama masyarakat, Pria yang juga merupakan tokoh masyarakat Kampung Tua Tanjung Uma tersebut menyampaikan kepada masyarakat untuk tidak takut pada ancaman kepada kampung mereka.

“Masyarakat Tanjung Uma jangan resah. Isu Tanjung Uma hendak digusur bukan terjadi baru-baru ini saja. Sejak saya masih SD pun hal tersebut sudah sering terjadi. Saya tahu persis karena memang saya lahir di kampung tua ini” tutur Pria yang akrab disapa Pak Long Itu.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota Batam itu juga mengajak pada warga agar senantiasa kompak. Karena hal tersebut adalah kunci mempertahankan kampung tua tercinta mereka.

“Dari dulu sudah sering ada pihak luar yang datang ke kampung tua kita untuk mengukur lahan. Katanya mau digusur dan lainnya. Tapi warga selalu kompak dan sama-sama mengusir pihak-pihak yang meresahkan itu. Sekarang juga kita masih terus melakukan hal tersebut. Jika ada yang pihak-pihak yang ingin menyerobot wilayah kita, maka kita harus melawan” kata Rohaizat dan disambut semangat oleh warga yang hadir.

Berdasarkan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (Perda RTRW) yang disahkan pada Paripurna tanggal 30-12-2021lalu, bahwa semua kampung tua sudah masuk dalam wilayah pemukiman.