Tim Pansus DPRD Batam Sidak TPA Punggur, 58 Armada Tak Lulus Uji KIR

Diterbitkan oleh Saiful pada Selasa, 8 Juni 2021 16:45 WIB dengan kategori Batam Headline dan sudah 132 kali ditampilkan

BATAM – Sebagai tindak lanjut penyampaian pada rapat Paripurna LKPJ (Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban) Pansus pada 18 Mei 2021 lalu, Pansus LKPJ menggelar sidak ke Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sekupang (7 Mei 2021).

“Kita (tim pansus-red) sudah berkoordinasi dengan Kepala DLH untuk melakukan sidak yang nantinya evaluasi akan di sampaikan pada paripurna selanjutnya” tutur Muhammad Syafei, anggota tim  pansus LKPJ.

Tim Pansus tidak bisa bertemu kepala DLH di tempat saat sidak tersebut. Dengan alasan sedang ada kegiatan pelatihan di luar. Dan panitia pansus kemudian melakukan koordinasi dengan sekretaris DLH.

“Kadis DLH juga tidak menghadiri undangan rapat dengar pendapat DPRD Kota Batam sebelumnya dengan alasan sakit. Kami berharap agar koordinasi ini lebih efektif, sebaiknya Kadis DLH Bisa hadir dan berkoordinasi dengan kami dari DPRD Kota Batam” tutur Syafei yang juga merupakan anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Batam. Ia pula menuturkan sebelumnya, tim pansus juga sudah lebih dulu menyampaikan prihal sidak ini kepada pihak DLH 4 hari sebelumnya.

Pada RDP sebelumnya diketahui informasi terkait 58 armada pengangkut sampah yang beroperasi mengangkut sampah di Kota Batam tidak lulus uji KIR. Usai sidak di kantor DLH, tim Pansus kemudian melanjutkan sidak ke tempat pembuagan sampah akhir di Telaga Punggur. Guna mengevaluasi langsung laporan yang masuk ke tim pansus sebelumnya. Dalam sidak tersebut ditemukan juga bin kontainer yang sudah rusak namun masih digunakan.

“Sebanyak 58 dari 129 armada amroll dan dump truck di DLH  sudah tidak layak lagi digunakan. Tapi alasannya terpaksa dipakai agar kebutuhan pengangkutan sampah Kota Batam tetap bisa dilakukan” tutur Syafei.Selain itu  fasilitas armada yang juga dinilai tidak layak hingga akan berbahaya jika harus dioperasikan.

Temuan ini nantinya, sebut Syafei, akan menjadi evalusi dan dilaporkan dalam LKPJ Pansus berikutnya pada bulan Juli 2021. 60 hari setelah penyampaian di sidang paripurna pertama tanggal 18 Mei 2021.