PPKM Darurat Diberlakukan di Batam dan Tanjungpinang, Raden Hari Sebut Tidak Boleh Menyusahkan Masyarakat

Diterbitkan oleh Saiful pada Ahad, 11 Juli 2021 08:27 WIB dengan kategori Batam Headline Liputan Khusus Tanjungpinang dan sudah 140 kali ditampilkan

BATAM -  Wakil Ketua II DPRD Kepri Raden Hari Tjahyono  mendukung penuh pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Tanjungpinang dan Batam oleh pemerintah guna menekan tingginya kasus Covid 19 di Kepri khususnya di Tanjungpinang dan Batam. Namun, dia berharap kebijakan tersebut harus diikuti dengan bantuan sosial dan tidak menyusahkan masyarakat kecil.

Anggota Fraksi PKS dari Dapil Kepri 4 (Batam Kota, Lubukbaja, Bengkong dan Batu Ampar) ini juga mengajak masyarakat Kepri untuk mengikuti informasi resmi dari pemerintah sehingga dapat terhindar dari berita yang menyesatkan.

“Jadi untuk itu kita mengajak masyarakat Kepri untuk mengikuti informasi informasi yang resmi dari pemerintah. Karena penjelasan -penjelasan resmi ini sangat penting untuk terhindar dari informasi menyesatkan, sehingga akhirnya banyak masyarakat yang tidak mau divaksin atau kalaupun mau karena terpaksa dan tidak taat Prokes, kita juga berharap pemerintah cepat menginformasikan informasi penting tentang setiap kebijakan terkait penanganan atau pencegahan penyebaran Covid 19” kata Raden Hari Tjahyono.

Raden Hari Tjahyono menyampaikan bahwa alasan dilakukannya PPKM Darurat oleh pemerintah karena kondisi di Batam dan Tanjungpinang, Kepulauan Riau sudah memasuki situasi darurat dan berbagai elemen masyarakat sudah terkena dampak dari pandemi Covid 19.


Raden Hari mendukung penuh pelaksanaan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah dan menyatakan bahwa PPKM bertujuan untuk kebaikan bersama. Raden Hari Tjahyono pun berpesan agar pemerintah tetap memperhatikan nasib para buruh harian.

“Ini menyangkut pada kemaslahatan bersama ya kita ikutilah kepada ahlinya, ada pakar juga, pakar kedokterannya. Jadi kesimpulannya kami sangat setuju PPKM ini dilakukan, namun demikian perlu dipikirkan buruh buruh harian bisa tertanggulangi jangan sampai tidak diperhatikan.” pinta Raden Hari Tjahyono.

Dia pun  berharap para pengusaha tidak hanya memikirkan keuntungan, tetapi perlu memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Raden Hari juga menambahkan bahwa pemerintah dengan keterbatasan uang yang ada akan semampunya membantu dan dirinya mendorong Pemprov Kepri bersama Kota Tanjungpinang dan Batam untuk melakukan koordinasi dan membantu masyarakat. 

“Dalam situasi seperti ini, bagaimana perusahaan itu bisa mensejahterakan, karyawan, buruh dan pegawai nya, namun pemerintah dengan keterbatasan uang yang ada, di usahakan semampunya bisa membantu. dan rakyat pun harus paham juga dengan kondisi keuangan negara ini. otomatis dengan aktivitas ekonomi menurun, pendapatan negara menurun. tapi memang ini kewajiban negara untuk melindungi warganya dalam hal kesehatan,” ujar Raden Hari Tjahyono.

Raden Hari juga  berpesan bahwa pelaksanaan PPKM yang dilakukan oleh pemerintah perlu dilakukan secara konsisten dan jangan sampai menyusahkan rakyat kecil. oleh karena itu perlu dilakukan bantuan sosial kepada masyarakat.

“Kita harapkan ini benar benar konsisten, perdagangan juga perlu diawasi, cuma itu yang kami pikirkan, jangan sampai menyusahkan rakyat kecil. Disitulah kita perlu memberikan bantuan bantuan sosial kepada masyarakat,” tutup Raden Hari Tjahyono.