Rumah Tani Batam Dan Siti Nurlailah Bahas Peran Petani Batam dimasa Pandemi

Diterbitkan oleh Saiful pada Sabtu, 14 Agustus 2021 07:24 WIB dengan kategori Batam Liputan Khusus Parpol dan sudah 1.188 kali ditampilkan

BATAM – Anggota Dewan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Siti Nurlailah menerima kunjungan dari Rumah Tani Batam (RTB) pada hari Jum’at (13/08/2021) di ruang Fraksi PKS DPRD Kota Batam. Sejumlah maksud dan tujuan disampaikan RTB pada kunjungan tersebut.

“Kami bermaksud mengenalkan RTB sebagai wadah atau rumah bagi para Petani Batam yang punya konsentrasi dan kepedulian pada bidang pertanian Batam dengan segala permasalahannya” ujar Bambang Rudi Permanto, salah satu utusan dari RTB.  Ia menambahkan dalam pertemuan itu pula RTB berharap bisa mengkampanyekan kepedulian terhadap masalah sosial dan pertanian di Kota Batam.

Adapun alasan RTB secara khusus mengunjungi Siti Nurlailah adalah karena menilai satu-satunya Dewan PKS Wanita Kota Batam tersebut sosok yang peduli terhadap permasalahan sosial.

“Salah satu buktinya adalah beliau merupakan donatur kami yang kami nilai selalu bekerja dengan hati” ujar Bambang.

 Kunjungan itu mendapat sambutan baik dari Siti Nurlaela.

“Dalam kunjungan ini, RTB bermaksud menjalin komunikasi dan silaturahmi bersama seluruh lapisan masyarakat . Mereka datang tidak untuk meminta atau mengajukan proposal bantuan. Melainkan menawarkan konsep untuk membantu masyarakat, terkhusus petani-petani kecil Kota Batam” tutur dewan yang akrab disapa Bu Ela itu.

“Sebagai wakil rakyat, saya tentu menerima dan mendukung program-program pemberdayaan petani untuk hadir di tengah masyarakat dan menjadi motor penggerak bagi sumber daya manusia dalam bidang pertanian juga ekonomi masyarakat” ujar Bu Ela.

Selama masa pandemi, RTB giat melakukan penggalangan dana dan mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan  bantuan serta pemberdayaan. Selain itu kini mereka tengah menyiapkan sebuah aplikas berbasis online untuk membantu para petani menjual langsung hasil tani kepada para konsumen atau distributor tanpa harus dimonopoli oleh tengkulak yang nantinya akan memainkan harga.