Tingkatkan Kualitas Produk LPBI NU Kalsel Latih Petani Kopi Aranio

Diterbitkan oleh Admin pada Sabtu, 11 September 2021 15:33 WIB dengan kategori Daerah Headline dan sudah 73 kali ditampilkan

KALSEL, -- LPBI NU Kalsel bersama tim ahli pertanian melatih petani kopi di Aranio dalam mengolah biji kopi agar mendapatkan hasil kualitas yang baik, Sabtu, (11/09/2021) yang diadakan di desa Tiwingan Baru, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar ini mendatangkan narasumber dari Fakultas Pertanian ULM, Joko Purnomo yang datang bersama tim. 

Satu hal yang menarik terungkap dari pelatihan ini, bahwa biji kopi yang ada di Aranio ternyata mayoritas adalah jenis Liberica. "Jenis ini harganya diatas dari Rubustha. Jadi kalau bisa dikelola dengan baik, maka nilai jualnya akan lebih mahal. Bisa jadi tiga kali lipat dari harga yang ada", ungkap Joko.

Petani kopi, Arianto, mengungkapkan bahwa selama ini mereka mengira jenis kopi yang mereka tanam adalah rubustha semua. "Untuk jenis liberica yang diungkapkan pak Joko tersebut malah lebih banyak disia-siakan dan dibeli murah oleh pengumpul, karena baunya yang kurang enak", kata pemilik brand Aranio Kopi ini.

Selain pengolahan biji kopi menjadi bubuk kopi, para perempuan di desa Tiwingan Baru ini juga dilatih bagaimana mengolah biji kopi menjadi parfum dan sabun.

Pelatihan bagi petani kopi ini adalah bagian dari program perbaikan ekonomi bagi masyarakat pasca bencana banjir. Program yang dijalankan oleh LPBI NU Kalsel ini didukung  oleh UNDP dan akan dijalankan sebanyak tiga kali training, dari produksi, pengemasan hingga pemasaran.