Bupati Kendal Minta Masyarakat Nelayan Antisipasi Terjadinya Konflik Sosial

Diterbitkan oleh Suroto pada Selasa, 9 November 2021 14:24 WIB dengan kategori Headline Jawa Tengah dan sudah 414 kali ditampilkan

KENDAL - JATENG

Pemerintah Kabupaten Kendal kembali menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Wilayah. Pada acara rapat ini mengangkat tema "Peran Masyarakat Nelayan dan Petani Tambak dalam Penanganan Konflik Sosial". 

Kegiatan dihadiri oleh Bupati Kendal, Dico M Ganinduto, B.Sc., Wakil Bupati Kendal, H Windu Suko Basuki, S.H., Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun S.H.I., Sekda Kendal Moh Toha, S.T., M.Si., Forkopimda Kendal dan para Kelapa OPD terkait, serta dikuti oleh para nelayan dan petani tambak di wilayah Kabupaten Kendal.

Dalam laporannya Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Kendal, Suharjo menyampaikan kegiatan ini bertujuan untuk menyamakan pendapat. "Tujuan dilaksanakanya kegiatan ini untuk menyamakan visi misi, persepsi, dan kesatuan langkah untuk meningkatkan peran aktif masyarakat dalam mencegah konflik sosial," ujarnya, Selasa (9/11/2021) bertempat di Aula Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kendal.

Bupati Kendal Dico Ganinduto dalam sambutannya menyampaikan, Kabupaten Kendal memiliki wilayah yang strategis dalam pengembangan usaha perikanan. Kendal adalah daerah yang cukup potensial untuk kegiatan perikanan baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya.

Menurut Bupati Dico, pembangunan sektor perikanan mempunyai peranan penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya nelayan dan petani tambak. Maka, diperlukan harmonisasi antar masyarakat nelayan, agar pada pelaksanaannya tidak terjadi persoalan-persoalan yang menimbulkan konflik sosial. 

Bupati Kendal juga mengatakan, untuk melindungi kepentingan ekonomi nelayan dan pembudidaya ikan dalam mengoptimalkan produktivitas usaha dan nilai ekonomi, harus dilakukan pengawasan terhadap kegiatan perikanan dan pemanfaatan lingkungan pada perairan tempat mereka usaha agar tidak terjadi kegiatan perikanan.

“Kegiatan pengawasan terhadap kegiatan perikanan dan pemanfaatan lingkungan merupakan wujud dari peran serta masyarakat khususnya nelayan dalam membantu pengawasan perikanan dalam kerangka Sistem Pengawasan Perikanan berbasis Masyarakat (SISWASMAS),” ujar Bupati Kendal.

Bupati Kendal berpesan kepada para nalayan dan petani tambak di wilayah Kabupaten Kendal agar bersama-sama dapat mengantisipasi terjadinya konflik sosial dengan cara terus menjalin kebersamaan, kekompakan dan saling menghormati satu sama lain, agar terhindar dari persoalan konflik sosial, sehingga rejeki yang nantinya didapat akan lebih bermanfaat dan lebih berkah.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Kendal Ronaldwin dalam paparanya menyampaikan materi tentang optimalisasi peran masyarakat nelayan dan petani tambak dalam penanganan konflik sosial.

Ronaldwin mengatakan, terjadinya suatu konfik biasanya dikarenakan adanya perbedaan pendapat dan tujuan antara satu dengan yang lainnya. Maka, untuk mencegah atau mengatasi timbulnya konflik harus ada koordinasi yang baik dan bersinergi antar pemangku kepentingan. Kemudian membangun dan membina potensi-potensi yang ada di tengah-tengah masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar dapat dilibatkan dan berperan aktif untuk mencegah terjadinya konflik sosial.

Penyampaian Kasat Bimas Polres Kendal AKP. Abdullah Umar dalam paparan materinya menyampaikan tentang Pemeliharaan Keamanan Ketertiban Masyarak (Harkamtibmas) tanggung jawab siapa ?

Abdullah Umar mengatakan, pemeliharaan keamanan dan ketertiban menjadi tugas kita bersama, karena Negara Kesatuan Republik Indonesia dibangun oleh keanekaragaman,  kemajemukan suku bangsa, agama, budaya, dan bahasa untuk selalu bersatu.

Penyampaian Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun S.H.I dalam paparanya menyampaikan, sebagai warga negara yang baik harus dapat menaati peraturan negara. Terkait dengan keamanan dan kenyamanan dalam kehidupan sosial ini perlu adanya sinergitas bersama.

Suroto Anto Saputro