Meluapnya Sungai Kemiri Mengakibatkan 3 Desa di Kecamatan Dukuhturi Terendam Banjir

Diterbitkan oleh Achmad Sholeh pada Selasa, 23 November 2021 12:22 WIB dengan kategori Headline dan sudah 496 kali ditampilkan

TEGAL - Tingginya curah hujan yang terjadi dalam tiga pekan terakhir hingga Senen (22/11/21) malam membuat 3 Desa di wilayah Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal terendam banjir.

Meskipun tidak ada korban jiwa, puluhan rumah yang ada di wilayah tersebut terendam air sekitar 50 centimeter.

Camat Dukuhturi Muktarom saat di konfirmasi melalui via whatsap Selasa (23/11/21), mengatakan banjir kali ini cuma air lewat saja dan Desa yang terendam hanya 3 Desa yaitu Desa Sidakaton,Desa Kupu dan Desa Dukuhturi.

Dirinya menghimbau kepada masyarakat Dukuhturi untuk selalu waspada barang turun hujan lagi dan untuk mengaktifkan posko siaga bencana.

Sementara itu Kades Dukuhturi H. Suwarso saat di konfirmasi mengatakan dirinya bersama Forkompincam Dukuhturi sengaja langsung terjun dan surve ke lokasi banjir yang berada di jalan Cilunglung serta membagikan bantuan makanan untuk korban yang terendam banjir.

Untuk warga Desa Dukuhturi supaya selalu waspada di musim penghujan ini, selalu jaga kebersihan diri lingkungan dan sekitarnya.

Dirinya berharap kepada semua warga Desa Dukuhturi supaya tidak membuang sampah sembarang apa lagi membuang sampah di aliran sungai kemiri yang nantinya akan mengakibatkan banjir,imbuhnya.

Meluapnya Sungai Kemiri atau terkenal dengan sebutan Brug Kembar menyebabkan beberapa wilayah yang berdekatan dengan sungai tersebut terendam banjir.

Sigit Ketua Rt 01 Rw 03 Desa Dukuhturi mengatakan banjir tersebut akibat meluapnya sungai Kemiri akibat hujan malam tadi. Namun kata dia jika dibandingkan tahun 2018 debit air mencapai 150 Cm banjir saat ini tidak terlalu parah.

“Ketinggian air hanya mencapai kurang lebih 100 cm. Jika dibandingkan tahun 2018 lalu tidak terlalu parah yang mencapai 150cm,” ungkap Sigit.

Menurutnya, meskipun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun diakuinya setidaknya ada puluhan Kepala Keluarga (KK) sempat panik akibat rendaman air mencapai kurang lebih satu meter masuk di dalam rumah.

“Banjir sering terjadi bahkan setiap tahun di Desa Dukuhturi dan sekitarnya,hingga saat ini banjir sebagian sudah surut,”ungkapnya.