Kisruh Blokade Pembangunan Rel Kereta Api, Warga Minta Harga Wajar

Diterbitkan oleh Admin pada Senin, 27 Desember 2021 21:45 WIB dengan kategori Headline Makassar dan sudah 207 kali ditampilkan

MAROS, -- Kisruh pembebasan lahan rel kereta api yang terjadi di Desa Marumpa dan Desa Tellumpoccoe Kecamatan Marusu masih terus berlanjut hingga warga memblokade pembangunan rel tersebut dan meminta harga wajar atas pembebasan lahan mereka.

Terkait kisruh itu, Bupati Maros, Chaidir Syam pun turun langsung menemui warga dan dan berdialog serta mendengarkan langsung keluhan dan aspirasi mereka di lokasi lahan pembangunan rel kereta api, Desa Marumpa, Kecamatan Marusu, 

Selain Bupati, pada Senin (27/12/2021) sejumlah unsur Muspida juga ikut, hadir diantaranya Kapolres Maros, Dandim 1422, Camat Marusu, Kasatpol PP dan unsur petugas lainnya.

Warga Tellumpoccoe, Kecamatan Marusu, Masse saat blokade  pembangunan Rel Kereta Api memyampaikan, bahwa dalam masalah ini warga bukan menolak pembangunan rel kereta api, akan tetapi warga hanya meminta untuk lahan mereka jangan dihargai sebesar 43 ribu hingga 96 ribu rupiah saja per meter.

"Kami bahkan bersyukur dengan pembangunan ini tetapi masyarakat yang terdampak juga meminta lahan mereka dihargai dengan layak dan adil guna kesejahteraan masyarakat setelah tanahnya dibebaskan karena lahan sawah itu tempat mencari nafkah setiap tahunnya". Ujar Messe

Ia pun mengaku bersama warga lainnya tidak meminta harga yang muluk-muluk atau setinggi langit, tetapi jika harga nya misalnya hanya 150 ribu atau 250 ribu maka itulah yang jadi hak mereka, karena ia bersama warga terdampak lainnya juga adalah warga yang taat pajak kepada pemerintah. 

Meski demikian, Ia meminta pemerintah juga harus memperhatikan hak warga, karena dengan harga yang rendah itu maka kemana lagi harus mencari lahan penggantinya. Dan hal itulah yang menyebabkan mereka tidak menyetujui harga yang diberikan pihak apraisal.

Warga berharap kepada Bupati agar bisa menjembatani warga terdampak karena warga sama sekali bukan menolak pembangunan rel kereta api, tetapi karena persoalan harga yang rendah.

Ia pun berterima kasih atas kehadiran Bupati dan berharap seiring berjalannya pembangunan, warga juga bisa dijembatani untuk mendapatkan solusi bersama.

Menanggapi hal itu, Bupati Maros mengungkapkan akan berusaha memfasilitasi dengan pihak PT Kereta Api karena hanya dengan itu semoga bisa menemukan jalan keluar atas persoalan ini. Karena terkait pembebasan lahan itu ada tim yang dibentuk yakni tim apraisal yang menentukan harga.pembebasan lahan.

Untuk itu ia sengaja mengajak Dandim, Kapolres, Camat dan seluruh unsur aparat pemerintah agar bisa ikut mendengarkan apa yang menjadi keluhan masyarakat sehingga kedepannya semoga kondisi tetap aman dan kondusif, pembangunan rel kereta api bisa selesai sesuai target dan masyarakat pun ikut mendapatkan apa yang menjadi hak nya.

Chaidir Syam pun mengucapkan terima kasihnya atas dukungan warga dan berharap semua berjalan lancar dan masing-masing mendapat win win solusi seperti yang diharapkan.(*/)