Anies Presiden Bergelora di Yogya
Kok "Presiden Anies"?
Bukankah Pak Jokowi masih presiden Indonesia saat ini??
Yah, "Anies Presiden" adalah kata yang membuncah dari jamaah masjid kampus UGM dan di masjid jogokariyan Yogyakarta, mereka seolah tak sabar ingin segera dipimpin oleh Anies Rasyid Baswedan yang saat ini masih memimpin DKI Jakarta.
Jama'ah begitu antusias menyambut kehadiran Anies yang sesungguhnya sedang pulang kampung dan pulang kampus. Rebutan foto dan rebutan mengambil gambar meskipun dari smartphone sederhana tampak terlihat jelas semangat jamaah mendekati Anies.
Abdul Wahab, salah satu pembina Mileanies Pusat yang hadir langsung di Masjid UGM menyampaikan "Saya ikut kejebak karena saya dekat dengan mimbar, Pak Anies lihat saya terus tangannya di arahkan ke saya terus berjabat tangan, karena kedorong dengan massa saya ikut ke dorong keluar maka di luar saya di rangkul terus di ajak Selfi, beliau ngajak ketemuan besok dengan Kyai-kyai di jogja"
Padahal sehari sebelum, alumni UGM lainnya yang oleh lembaga survey selalu ditempatkan di atas posisi Anies dalam survey mereka tak mendapatkan sambutan seperti sambutan terhadap Anies. Ganjar Pranowo malah mendapatkan hadiah spanduk "save Wadas"
Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Jaringan Nasional Mileanies kepada terkininews.com, Sabtu (09/4/2022) bahwa Perbedaan sambutan terhadap Anies dan Ganjar sudah mulai terlihat dibanyak tempat dan ini bisa membuat lembaga survey yang mempermainkan data akan malu sendiri nantinya.
Relawan Anies betul-betul tumbuh secara alami, kami di Jaringan Nasional Mileanies bahkan kesulitan menerima permintaan rencana deklarasi di berbagai kabupaten/kota di Indonesia. Dalam sebulan ini saja, ada 12 kabupaten kota yang akan mendeklarasikan dukungan mereka bagi Anies Rasyid Baswedan untuk Presiden 2024. Kata Muhammad Ramli Rahim Ketua Umum Pimpinan Pusat JARNAS Mileanies.
Lanjut, apa yang terjadi di Yogya semalam dan subuh hari adalah gambaran dukungan terbuka bagi Anies Baswedan yang sukses membangun Ibu Kota Jakarta. Seperti dalam pemaparannya, cara berpikir, bertindak dan mengambil kebijakan memang berbeda dengan pimpinan daerah lainnya di Indonesia.
Masalah dituntaskan secara komprehensif dengan mendahulukan apa yang harus didahulukan, mengubah mindset warga, bahkan mengubah perilaku warga, menghadirkan keadilan dan kesetaraan bagi semua.
Anies berani berhadapan dengan siapapun meskipun tekanannya sangat kuat. Berpegang pada aturan sehingga tak salah dalam melangkah. Seluruh dilakukan dalam senyap meskipun dalam tekanan para buzzer dan apa menjadi karya seperti "tiba-tiba jadi"
Anies sukses mengubah transportasi Jakarta, membangun kebanggan Indonesia dengan mengahdirkan Jakarta International Stadium (JIS) mengubah Taman Ismail Marzuki, menghadirkan persatuan antar umat beragama dan mengurangi banjir Jakarta dan masih banyak lagi yang lainnya
Selama ini semuanya seolah tertutupi dan tak mendapat liputan media dalam prosesnya namun setelah semuanya terwujud, berbagai media termasuk medsos justru mengabarkannya. Utas Muhammad Ramli Rahim
Karena itu, teriakan "Presiden Anies" atau "Anies Presiden" yang menggema di Yogyakarta adalah ganjaran atas sukses Anies membangun Ibu kota tercinta. (Tim/*)

