Wakapolres Kendal Pimpin Pengamanan Syawalan Di Wilayah Kaliwungu

Diterbitkan oleh Suroto pada Senin, 9 Mei 2022 10:57 WIB dengan kategori Headline Jawa Tengah dan sudah 73 kali ditampilkan

KENDAL - JATENG

Pelaksanaan Operasi Ketupat Candi 2022 Polres Kendal, tidak hanya fokus pengamanan arus balik Lebaran Idul Fitri 1443  Hijriyah, namun fokus juga di jalur Syawalan (bada kupat) di wilayah Kecamatan Kaliwungu, Minggu  (8/5/2022) malam.


Polres Kendal yang dipimpin langsung Wakapolres Kendal Kompol Donny Eko Listianto mengerahkan ratusan personelnya untuk mengamankan perayaan Syawalan di Kaliwungu Pengamanan ini dilakukan selain untuk mengantisipasi kerawanan dan gangguan Kamtibmas juga dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19.


Untuk antisipasi tindak kejahatan, kemacetan, dan kecelakaan lalu lintas (laka lantas), Polres Kendal menempatkan anggotanya di berbagai titik sepanjang jalur Syawalan di Kecamatan Kaliwungu.


“Personel untuk pengamanan jalur syawalan sudah mulai diterjunkan agar aman, lancar, dan kondunsif,” jelas Wakapolres Kendal Kompol Eko Donny Listianto.


Selain personel dari Kepolisian, lanjutnya, juga didukung sejumlah personel dari TNI Kodim dan institusi terkait, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).


Menurut Kompol Eko Donny Listianto  jalur syawalan ini sebagai langkah antisipasi mencegah terjadi tindak kriminal, dan kasus kecelakaan lalu lintas, khususnya di jalur menuju Kompleks Makam Jabal Nur Desa Protomulyo, Masjid Besar Al Mutaqin Kaliwungu dan seputaran alun alun Kaliwungu.


"Selain menerapkan pengamanan di penggal-penggal (sejumlah lokasi), beberapa titik diterapkan sistem buka tutup dan pagar betis anggota", jelas Wakapolres Kendal Kompol Donny Eko Listianto.


Dengan adanya pengamanan ini, Polres Kendal telah memberikan pelayanan keamanan kepada pengunjung. Wakapolres Kendal menegaskan kepada seluruh anggota agar melaksanakan pengamanan secara maksimal dengan memberikan informasi, imbauan, petunjuk yang diperlukan oleh pengunjung syawalan juga memberikan pertolongan bagi pengunjung yang membutuhkan bantuan.


Selain itu, pada saat masyarakat marayakan tradisi Syawalan ini memiliki rasa aman, nyaman tanpa khawatir dengan adanya tindakan kriminal yang akan dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

Suroto Anto Saputro