Partai Gelora Dukung KPUD Ubah Kursi Dapil DPRD Kepri

Diterbitkan oleh Saiful pada Kamis, 19 Januari 2023 17:25 WIB dengan kategori Batam Parpol Politik dan sudah 42 kali ditampilkan

BATAM - Hari ini (19/1/2023), bertempat di Santika Hotel Batam Centre, KPUD Kepri melakukan uji publik penyusunan daerah pemilihan dan jumlah kursi untuk DPRD Kepri. Acara yang dihadiri semua komisioner KPUD Kepri, stakeholder pemerintahan Provinsi, akademisi, ormas dan perwakilan partai politik tingkat provinsi.

Erison, komisioner KPUD Kepri dalam paparannya menyebutkan bahwa telah terjadi penambahan jumlah pemilih yang signifikan untuk pemilu 2024. Meski tidak menambah jumlah kursi DPRD Kepri, tetapi untuk daerah pemilihan di Batam yang berpotensi bertambah dan berkurang.

Kemungkinan perubahan jumlah kursi di daerah pemilihan inilah yang menjadi sorotan Partai Politik. Dimana Dapil Kepri 5, yang terdiri dari Kecamatan Sekupang, Belakang Padang, Batu Aji, dan Sagulung, bertambah menjadi 11 kursi dari sebelumnya 10 kursi.

Sedang kursi di Dapil Kepri 6, yang terdiri dari Kecamatan Nongsa, Seibeduk, Bulang, dan Galang justru berkurang, semula 5 menjadi 4 kursi.

“Dari yang disampaikan, apa yang dilakukan KPUD Kepri sudah benar, sesuai UU dan juknis dari KPU Pusat. Memang menjadi resiko ada Dapil yang bertambah atau berkurang”, ujar Agus Purwanto, Sekretaris DPW Gelora Kepri yang hadir sebagai peserta uji publik.

Masih menurut Agus, perubahan ini lebih adil karena jumlah pembagi pemilih untuk satu kursi tidak timpang disetiap dapil. Sehingga semestinya didukung dan disambut baik oleh semua partai peserta prmilu 2024.

Jika tetap mengacu jumlah kursi pada pemilu 2019 di setiap dapil, maka akan ada dapil yang bilangan pembagi kursinya senilai 12 ribuan suara, sedang di dapil lain 14 ribu lebih suara. Dengan demikian caleg yang bertarung di dapil yang pembagi kursinya lebih murah paling diuntungkan.

“Justru demi keadilan, makanya kita dukung upaya perubahan kursi dapil  tersebut. Kenapa tidak kasihan pada caleg di dapil yang jumlah kursinya lebih sedikit tapi nilai kursinya lebih mahal?”. Pungkas Agus.

Lampiran