Puluhan Anggota LSM Naga Hitam Gerudug RSI Kota Tegal

Diterbitkan oleh Achmad Sholeh pada Kamis, 21 September 2023 15:52 WIB dengan kategori Jawa Tengah dan sudah 13.137 kali ditampilkan

TEGAL - Bentuk tindak lanjut aduan warga Kelurahan Debong Tengah Kota Tegal yang masuk ke Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Naga Hitam berujung gerudug Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal, Kamis, 21/9/2023.

Aduan tersebut terkait dengan dugaan kelalaian penanganan medis yang terjadi pada salah satu pasien bernama Alifia Elvina usia 4 tahun anak dari Selly Aprilianita salah satu warga kelurahan Debong Tengah Rt 003 Rw 001 Kecamatan Tegal Selatan Kota Tegal. 

Ketua Umum LSM Naga Hitam Wendy Napitupulu, SH, CPLC.CPCLE dan sekaligus kuasa hukum Selly Aprilianita saat di konfirmasi mengatakan, dirinya bersama puluhan anggotanya gerudug RSI Kota Tegal untuk menindaklanjuti aduan yang masuk pada Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Naga Hitam.

Hasil dari pertemuan tadi sementara ini baru bertemu dengan pihak perwakilan humas Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal, nantinya permasalahan ini akan disampaikan kepada pihak Direktur sebab saat ini pihak Direktur sedang berada di luar kota.

Nantinya pihak Rumah Sakit akan mengundang Pihak kuasa hukum dari Selly Aprilianita untuk membahas permasalah ini lebih lanjut, apakah ada kesalahan Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai apa tidak di lapangan dan kalo ada kelalaian saya yakin Rumah sakit sudah profesional tapi kita lihat apakah dari dokter dan perawat siap untuk melayani pasien karena semua ini ada dugaan kelalaian,tandasnya. 

Namun dirinya tidak mempermasalahkan kepada Rumah Sakit tersebut karena menurut kami rumah sakit sudah standart sudah bagus namun kelalaian yang dilakukan oleh dokter jaga maupun dokter spesialis anak,yang tidak ada konfirmasi ke pihak dokter anak saat memberikan penanganan,imbuhnya.

Sementara itu Selly Aprilianita selaku ibu korban mengatakan dirinya bersama kuasa hukum dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Naga Hitam mendatangi Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal yang bertujuan meminta klarifikasi dan salilan Standar Operasional Prosedur (SOP) atas dugaan kelalaian medis yang mengakibatkan meninggalnya anak saya yang bernama Alifia Elvina dan meninggal di Rumah Sakit tersebut. 

Kronologi kejadian bermula pada hari Kamis 7 September 2023 anaknya yang bernama Alifia Elvina muntah - muntah dan akhirnya langsung dibawa di Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal, alhmdulillah setelah mendapatkan penanganan dari pihak Instalasi Gawat Darurat (IGD) keadaannya udah mulai membaik lalu anak saya langsung dipindah ke ruangan inap. 

Setelah sampai keruang inap tiba-tiba anak saya mengalami kedinginan sampai kaya kejang, terus perawat datang dan memberikan obat anti kejang, namun sebelum kasih obat tersebut tanpa minta izin dari pihak keluarga untuk penangan anak saya dan langsung saja kasih obat anti kejang tersebut kepada anak saya, setelah di kasih obat anti kejang tiba - tiba anak saya diem tak bergerak dan telapak tangan dingin dan kaku kan saya panik lihat anak sampai kaya gitu, tegasnya. 

Dokternya mana ini anak saya perlu penanganan serius, katanya udah di telpon dokternya masih di IGD akhirnya anak saya di bawa ke ruang Intensive Care Unit (ICU)  sampai satu jam pun dokternya belum juga datang untuk menangani anak saya sampai anak saya akhirnya meninggal dunia di ruang Intensive Care Unit (ICU).

Anak saya masuk Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal Kamis Sore 7 September 2023 selama di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dari jam 19.00 - 21.00 WIB dan masuk ruangan rawat inap dari Jam 21.30 -  23.00 WIB dan di ruangan Intensive Care Unit (ICU) dari jam 23.15 - 23.45 sampai anak saya meninggal WIB,imbuhnya.

Sedangkan pihak perwakilan dari Rumah Sakit Umum Islam Harapan Anda Kota Tegal Sekirno saat di konfirmasi belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, nantinya permasalahan tersebut akan di sampaikan kepada pihak Direktur dan secepatnya dari pihak Rumah Sakit akan memanggil pihak korban dan memberikan keterangan permasalahan ini.