Mudik Gratis Jawa Tengah, Pemkab Tegal Siapkan Tiga Bus Pariwisata

Diterbitkan oleh Achmad Sholeh pada Selasa, 2 April 2024 21:44 WIB dengan kategori Jawa Tengah dan sudah 292 kali ditampilkan

TEGAL – Pemerintah Kabupaten Tegal melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tegal menyiapkan tiga armada bus pariwisata untuk mendukung program Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada mudik Lebaran Idul Fitri Tahun 2024. Program Mudik Gratis ini ditujukan bagi warga Kabupaten Tegal yang bekerja merantau di DKI Jakarta. Informasi tersebut diungkapkan Kepala Seksi Angkutan dan Terminal Dinas Perhubungan Kabupaten Tegal Agil Suprayogi saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (01/04/2024).

Program Mudik Gratis ini dikhususkan bagi warga Kabupaten Tegal berpenghasilan rendah yang bekerja di sektor informal seperti asisten rumah tangga, pedagang kaki lima dan pedangan asongan, buruh pabrik dan bangunan, sopir angkutan umum dan bajaj, pengemudi ojek online, penyandang disabilitas, dan warga lainnya yang kurang mampu.

Adapun tiga armada bus pariwisata yang disiapkan untuk program Mudik Gratis ini akan diberangkatkan dari Terminal Dukuhsalam Slawi pada Jumat (05/04/2024) menuju Lapangan Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII Jakarta, bergabung dengan armada bus Mudik Gratis lainnya dari pemerintah kabupaten dan kota lain di Jawa Tengah.

Keberangkatan bus Mudik Gratis dari Jakarta akan dilepas oleh Pj Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana pada Sabtu (06/04/2024) dari TMII menuju ke kabupaten dan kota tujuan masing-masing di Jawa Tengah.

“Progam Mudik Gratis ini disambut antusias oleh warga Kabupaten Tegal di perantauan. Bahkan kuota 150 kursi yang kita siapkan sudah ludes diserbu sejak tanggal 5 Maret 2024 lalu,” ungkapnya.

Meski demikian, bagi warga Kabupaten Tegal yang tidak berkesempatan mendapat tiket Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini dapat mencoba program mudik gratis dari instansi lainnya seperti Mudik Gratis Kementerian Perhubungan RI, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan Jawa Barat, Pemprov DKI Jakarta, Pemprov Banten dan Pemprov Jawa Timur.

Pemudik juga dapat mendaftar melalui komunitas warga atau paguyuban warga Jawa Tengah di Jabodetabek dengan kuota 130 bus atau bisa melalui aplikasi Peda Mateng yang beralamt di www.pedamateng.penghubung.jatengprov.go.id dengan kuota 58 bus.

Selain itu, bagi nasabah Bank Jateng, calon pemudik juga bisa datang langsung ke Bank Jateng Cabang Jakarta di Jalan Panglima Polim Kebayoran Baru atau KCP Kramat Jati atau Pasar Induk dengan menunjukan rekening nasabah Bank Jateng atau mendaftar menjadi nasabah baru. Di sini Bank Jateng menyediakan kuota 40 bus untuk seluruh wilayah tujuan mudik di Jawa Tengah.

Lebih lanjut Agil mengungkapkan puncak arus mudik akan terjadi pada H-2 atau Senin (08/04/2024) bersamaan dengan pelaksanaan cuti bersama. Terkait dengan itu, potensi pergerakan mencapai 26,6 juta orang atau 13,7 persen dari total perjalanan yang ada. Sementara untuk puncak arus balik akan terjadi pada H+3 atau Minggu (14/04/2024).

Diprediksi tahun ini akan ada kenaikan jumlah pemudik ke Jawa Tengah sebesar 13,38 persen. Angka ini lebih rendah dari kenaikan pemudik tahun 2023 lalu yang mencapai 37,85 persen. Libur pasca pandemi Covid-19 menjadikan jumlah pemudik tahun 2023 meningkat tajam. Dalam kondisi normal, kenaikan jumlah pemudik berkisar antara 10-20 persen setiap tahunnya.

“Di Kabupaten Tegal sendiri, jumlah kedatangan pemudik tahun 2022 lalu mencapai 8.000 orang. Tahun 2023 mengalami kenaikan 30 persenan atau sekitar 10.621 pemudik,” ujarnya.

Sementara di tahun 2024 ini pihaknya sudah menyiapkan 82 armada bus antarkota antarprovinsi (AKAP) yang akan diberangkatkan dari tiga terminal di Kabupaten Tegal, yakni Terminal Adiwerna, Terminal Yomani, dan Terminal Dukuhsalam.

Terakhir, Agil membagikan tips mudik aman menggunakan transportasi umum, yakni mengatur jadwal keberangkatan mudik, membeli tiket di loket bis di terminal atau agen-agen resmi, memilih kendaraan umum yang berizin dan memenuhi standar keselamatan, membawa obat-obatan dan uang tunai serta perbekalan lainnya secukupnya di perjalanan, menggunakan pakaian yang nyaman dan sopan serta tidak menggunakan perhiasan yang mencolok, selalu waspada dengan kondisi sekitar, dan mengawali setiap perjalanan dengan doa agar diberikan kelancaran sampai tempat tujuan.