Ansar Ahmad Terpilih Kembali sebagai Gubernur Kepri, Ini Kisah Perjuangannya

Diterbitkan oleh Redaksi pada Rabu, 12 Februari 2025 09:55 WIB dengan kategori Anambas Batam Bintan Karimun Natuna Tanjungpinang dan sudah 410 kali ditampilkan

ADVERTORIAL - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kepulauan Riau (Kepri) telah menetapkan pasangan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih setelah memenangkan 450.109 suara pada Pilgub Kepri 2024.

Nama Ansar Ahmad sudah tidak asing bagi warga Kepri, mengingat dirinya merupakan mantan Gubernur Kepri pada periode sebelumnya. Ansar lahir di Kota Kijang, Pulau Bintan, pada 10 April 1964, sebagai anak keempat dari lima bersaudara dari pasangan Abdul Ahad dan Ijah. Sejak kecil, Ansar telah menghadapi tantangan besar setelah ayahnya meninggal dunia ketika ia baru berusia dua tahun. Ibunya yang menjadi tulang punggung keluarga, bekerja keras untuk membesarkan kelima anak-anaknya, berjualan sayur dan mencuci pakaian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sejak masa sekolah dasar hingga menengah pertama, Ansar telah membantu keluarga dengan berbagai pekerjaan serabutan, mulai dari menjadi tukang bangunan hingga mengajar mengaji keliling. Selain itu, ia juga aktif di dunia agama dan sering menjadi qori dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di Tanjungpinang Timur.

Secara akademis, Ansar menempuh studi S-1 di Universitas Riau dan memulai karirnya di pemerintah daerah Kepulauan Riau, yang pada saat itu masih berupa kabupaten. Ia mulai dari bekerja di kantor pendapatan daerah, kemudian naik jabatan hingga menjadi kepala bidang ekonomi. Pada 2000, dewan kota memilihnya sebagai wakil bupati Kepulauan Riau.

Setelah bupati Huzrin Hood dicopot pada 2003, Ansar diangkat sebagai penjabat bupati. Pada 2005, Ansar terpilih sebagai bupati Bintan dan terpilih kembali pada 2010 untuk masa jabatan kedua. Ia juga mencalonkan diri dalam Pilgub 2015, namun kalah. Pada 2019, Ansar terpilih menjadi anggota DPR dan menduduki posisi pertama dengan 45.699 suara. Namun, ia mundur dari kursi DPR setelah mencalonkan diri sebagai calon gubernur pada Pilgub Kepri 2020, di mana ia berpasangan dengan Marlin Agustina dan memenangkan 39,97 persen suara.