IHSG Masih dalam Fase Bullish, Mirae Asset Rekomendasikan Aksi Beli pada Saham Prospektif
BISNIS - TERKININEWS.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase bullish setelah berhasil rebound dari garis MA20 dengan pembentukan batang naik yang signifikan. Indikator RSI menunjukkan potensi terjadinya bullish crossover, yang memperkuat sentimen positif pasar.
Analis senior dari PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta Utama, merekomendasikan aksi beli terhadap saham-saham dengan prospek yang kuat. IHSG saat ini didukung oleh level support di 7026 dan 6975, dengan resistensi di kisaran 7139 dan 7240.
Rekomendasi Saham Harian
Berikut beberapa saham yang disoroti dalam laporan hari ini:
ASSA (PT Adi Sarana Armada Tbk)
Disarankan untuk menambah kepemilikan di kisaran harga 705–725. Saham ini masih dalam tren naik menuju “wave (v)”, dengan target harga bertahap di 745, 765, dan 785.
BMRI (PT Bank Mandiri Tbk)
Aksi beli akumulatif direkomendasikan di kisaran 4910–5150. Saham ini berada dalam fase akumulasi dan siap masuk fase markup, dengan target hingga 7250.
CPIN (PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk)
Dalam pola bullish flag, CPIN direkomendasikan untuk akumulasi beli di area 4780–4880, dengan target bertahap hingga 5650.
RALS (PT Ramayana Lestari Sentosa Tbk)
Disarankan beli saat pullback di level 400–414, dengan potensi kenaikan hingga 442.
TPIA (PT Chandra Asri Petrochemical Tbk)
Tren eskalasi masih kuat, dengan volume meningkat dan formasi golden cross. Entry area direkomendasikan di 9300–9700, target jangka menengah di 11275.
Pembaruan Rekomendasi Saham
Beberapa saham menunjukkan performa sangat baik dengan seluruh target harga telah tercapai dan disarankan untuk sell on strength. Beberapa di antaranya adalah ANTM, BBRI, INCO, TPIA, dan UNVR. Sementara itu, saham-saham seperti JPFA, JSMR, dan PNLF menunjukkan sinyal kehati-hatian dengan level proteksi telah tersentuh, dan disarankan untuk wait and see.
Mirae Asset menekankan bahwa seluruh rekomendasi dilandasi oleh analisis teknikal yang mendalam, namun tetap memperingatkan investor untuk berhati-hati karena potensi risiko tetap ada. Seluruh keputusan investasi berada di tangan investor masing-masing.

