Warga Keluhkan Pompa Pendorong Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal: Antara Pemborosan dan Janji Kontinuitas Air

Diterbitkan oleh Redaksi pada Jumat, 26 September 2025 05:11 WIB dengan kategori Kota Tegal Tegal dan sudah 422 kali ditampilkan

KOTA TEGAL - TERKININEWS.COM - Proyek pemasangan pompa pendorong oleh Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal di Jalan Sangir, yang bertujuan untuk meningkatkan kelancaran aliran air bagi pelanggan, telah memicu berbagai reaksi dari masyarakat. 

Meskipun Perumda mengklaim bahwa pompa tersebut telah berfungsi secara optimal, sejumlah warga menyampaikan kritik terhadap efektivitas dan anggaran proyek ini.
 
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap proyek ini. Menurutnya, proyek pompa pendorong ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan air di rumahnya dan menilai proyek ini sebagai pemborosan anggaran.
 
"Sudah satu tahun lebih diujicoba, ini namanya akal-akalan!" ujarnya dengan nada kesal.
 
Keluhan serupa juga disampaikan oleh pelanggan Perumda Tirta Bahari di Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, yang juga memilih untuk tidak mengungkapkan identitasnya. Ia menuturkan bahwa air di wilayahnya tidak mengalir dengan lancar tanpa bantuan pompa air tambahan (sanyo), yang menyebabkan peningkatan biaya listrik.
 
"Air di wilayah kami tanpa bantuan sanyo tidak keluar, menambah pengeluaran untuk tarif listrik," keluhnya saat ditemui di kediamannya pada hari Rabu, (24/9/2025).
 
Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal, Singgih Yulianto, menjelaskan bahwa inisiatif pengadaan pompa pendorong ini merupakan respons terhadap aspirasi dan keluhan masyarakat terkait kebutuhan air yang memenuhi standar 4K, yaitu kualitas, kuantitas, kontinuitas, dan keterjangkauan.
 
"Fokus utama kami adalah kontinuitas, memastikan aliran air dapat sampai kepada pelanggan secara normal dan tidak tersendat-sendat," ujar Singgih saat ditemui di Cafe Njajan pada hari Kamis,(25/9/ 2025).
 
Singgih menegaskan bahwa pompa pendorong yang telah berfungsi optimal diharapkan dapat mengatasi masalah aliran air yang tidak lancar, terutama di daerah-daerah dengan tekanan air rendah. Ia juga menambahkan bahwa Perumda Tirta Bahari akan terus berinovasi untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
 
"Inovasi dan teknologi akan terus berkembang. Kami akan terus mengembangkannya sejauh itu memang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Tegal, dan kami tidak anti terhadap masukan," tambahnya.
 
Perumda Tirta Bahari menjadikan masukan dan keluhan pelanggan sebagai prioritas utama dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. "Masukan adalah input terbaik kami. Keluhan pelanggan adalah pemicu bagi kami untuk menjadi lebih baik lagi," kata Singgih.
 
Singgih juga menjamin bahwa Perumda Tirta Bahari akan berupaya memenuhi kebutuhan air masyarakat secara maksimal tanpa memandang status sosial. 

"Perumda Air Minum Tirta Bahari dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat tidak akan tebang pilih, baik itu masyarakat kategori tidak mampu maupun orang kaya. Setiap keluhan akan kami tanggapi dan tindak lanjuti secara maksimal."
 
Mengenai keluhan terkait air yang tidak mengalir tanpa penggunaan sanyo pribadi, Singgih menjelaskan bahwa inovasi pompa pendorong ini adalah salah satu solusi yang sedang diupayakan. 

Selain itu, Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal juga berencana untuk membangun tandon sirkular sebagai bentuk perhatian terhadap pelanggan.
 
"Kami akan terus berinovasi dan menambah kapasitas sesuai harapan pelanggan. Termasuk rencana pembangunan tandon sirkular sebagai bentuk perhatian kami terhadap pelanggan," jelasnya.
 
Ide pengadaan pompa pendorong ini muncul setelah melakukan studi banding ke beberapa PDAM maju di daerah lain yang memiliki kontur wilayah serupa. Meskipun saat ini baru satu unit pompa pendorong yang beroperasi dengan anggaran sekitar Rp 600 juta, Perumda Tirta Bahari berencana untuk menambah unit lainnya di masa mendatang.
 
"Pompa ini sudah berfungsi sebagai pendorong, namun memang harus ada tambahan lagi untuk bisa mencapai titik maksimal yang diharapkan," terang Singgih.
 
Target utama Perumda Tirta Bahari adalah memenuhi kebutuhan air seluruh masyarakat Kota Tegal, termasuk mereka yang berada di wilayah yang sulit dijangkau.
 
"Walaupun kedengarannya mustahil, kami akan tetap berusaha agar masyarakat di ujung pun bisa merasakan aliran air dari Perumda Tirta Bahari. 

Harapannya, masyarakat tidak merasa dikecewakan," pungkas Singgih, seraya mengajak masyarakat untuk bersabar dan terus memberikan masukan demi pelayanan yang lebih baik. (Sholeh)