Proyek Irigasi Sindangjaya: Klarifikasi Pihak Terkait Luruskan Pemberitaan Yang Beredar
BREBES - TERKININEWS.COM - Menyusul pemberitaan di beberapa media online pada 23 Oktober 2025 mengenai proyek irigasi di Desa Sindangjaya yang diduga menggunakan batu cadas dan memiliki kedalaman yang tidak sesuai standar, pihak-pihak terkait memberikan klarifikasi resmi.
Klarifikasi ini bertujuan untuk meluruskan informasi yang beredar dan memberikan penjelasan yang akurat kepada masyarakat.
Proyek ini merupakan bagian dari program 42_02_01 Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier Konstruksi (RJIT) Tambahan Kab. Brebes (Kec. Kersana dan Kec. Tonjong) T.A. 2025. Proyek ini memiliki nilai Rp. 334.096.999,04 (Tiga Ratus Tiga Puluh Empat Juta Sembilan Puluh Enam Ribu Sembilan Ratus Sembilan Puluh Sembilan Koma Nol Empat Rupiah) dan dilaksanakan oleh CV. Sahabat Dua Putra.
Ari Budi, Pelaksana Proyek, saat di konfirmasi menegaskan bahwa batu cadas yang ada di lokasi proyek tidak digunakan untuk konstruksi irigasi.
“Batu cadas tersebut diperuntukkan bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai material untuk tepi jalan, bukan untuk drainase irigasi,” ujarnya dalam klarifikasi,Sabtu (25/10/2025).
Yanto, Konsultan Pengawas proyek, menambahkan bahwa pengiriman batu cadas ke lokasi proyek adalah kesalahan dari pihak supplier.
“Batu cadas itu tidak kami minta dan tidak digunakan. Material yang kami gunakan adalah batu kali dengan komposisi 70-30%,” jelasnya.
Terkait dengan isu kedalaman irigasi yang disebut tidak sesuai, Yanto menjelaskan bahwa elevasi awal sesuai dengan Standard Work Request Budget (SWRB) adalah 70 cm. Namun, ada permintaan dari Kapoktan untuk mengurangi kedalaman menjadi 60 cm agar sesuai dengan kondisi lahan pertanian mereka.
“Pengurangan kedalaman ini sudah melalui koordinasi dengan pihak konsultan dan disetujui,” tegasnya.
Agil, Rekanan yang mengerjakan proyek, menambahkan bahwa meskipun ada permintaan pengurangan kedalaman, di beberapa titik justru kedalaman melebihi standar, mencapai 70-75 cm.
“Kami mengikuti elevasi yang ada agar aliran air tetap optimal,” katanya.
Mengenai lantai kerja atau lapisan B0, Yanto mengakui bahwa lapisan tersebut memang belum dikerjakan, namun akan tetap ada sesuai dengan permintaan dari Kapoktan.
Proyek irigasi ini bertujuan untuk mengairi lahan pertanian milik kelompok tani di Desa Sindangjaya. Agil berharap agar berita yang beredar dapat diluruskan sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat.
“Kami bekerja semaksimal mungkin dan tidak main-main dengan spesifikasi teknis,” ujarnya.
Proyek ini dimulai pada 14 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai dalam 60 hari kerja. Hingga saat ini, progres proyek telah mencapai sekitar 40%.
Yanto berharap proyek ini dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang karena sangat bermanfaat bagi para petani.(Sholeh).

