Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 1,5 Km, Status Siaga Tetap Berlaku
ktivitas vulkanik Gunung Merapi kembali meningkat setelah awan panas guguran meluncur sejauh 1.500 meter ke sektor barat daya pada pukul 09.20 WIB, Senin pagi (24/10/2025). Informasi resmi Badan Geologi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat arah luncuran mengarah ke hulu Kali Putih dan Kali Krasak, dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi 106 detik.
PVMBG menegaskan bahwa status Merapi masih berada pada Level III (Siaga). Masyarakat di wilayah rawan bencana meliputi Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten diminta tetap mematuhi seluruh rekomendasi resmi dan tidak melakukan aktivitas pada zona berbahaya.
Aktivitas Sehari Sebelumnya Terpantau Intens
Pada Minggu (23/11/2025), aktivitas guguran lava tercatat cukup dominan. Sebanyak 12 kali guguran lava meluncur melalui alur Kali Sat, Kali Putih, Kali Bebeng, dan Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum mencapai 2.000 meter. Aktivitas ini memperkuat indikasi bahwa sektor selatan–barat daya masih menjadi jalur utama pergerakan magma.
Kondisi Cuaca dan Visual Merapi
Pengamatan meteorologi menunjukkan cuaca di sekitar gunung bervariasi dari cerah hingga mendung, dengan angin bertiup tenang menuju barat dan timur. Suhu udara tercatat 17,6–22,4°C, kelembapan 81,5–99%, dan tekanan udara 871,1–915,6 mmHg. Curah hujan harian berada pada angka 35 mm.
Secara visual, Merapi tampak jelas dengan asap kawah putih bertekanan lemah, berintensitas tebal setinggi 100 meter di atas puncak kawah. Kondisi ini menandakan aktivitas permukaan yang masih berlangsung di kubah puncak.
Kegempaan Merapi Masih Tinggi
Dalam periode pengamatan terakhir, PVMBG mencatat:
-
82 kali gempa guguran (amplitudo 2–25 mm, durasi 38–202 detik)
-
62 kali gempa hybrid/fase banyak (amplitudo 2–30 mm, durasi 9–50 detik)
-
3 kali gempa tektonik jauh
Jenis kegempaan ini umumnya terkait pergerakan magma dan proses pembentukan guguran lava di permukaan.
Zona Bahaya Tetap Diperketat
PVMBG memperingatkan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan–barat daya. Adapun area yang harus dikosongkan meliputi:
-
Sungai Boyong: maksimal 5 km
-
Sungai Bedog, Krasak, Bebeng: maksimal 7 km
Pada sektor tenggara:
-
Sungai Woro: maksimal 3 km
-
Sungai Gendol: maksimal 5 km
PVMBG juga mengingatkan potensi lontaran material vulkanis jika terjadi erupsi eksplosif yang dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Masyarakat diminta tetap waspada, mengikuti perkembangan resmi PVMBG, dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

