Bupati Brebes Rombak 23 Pejabat Eselon II, Tekankan Birokrasi Harus Berlari Kencang
BREBES - TERKININEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Brebes melakukan perombakan besar-besaran dengan melantik dan mengukuhkan 23 pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) atau Eselon II, serta Kepala Unit Organisasi Bersifat Fungsional (UOBF) Puskesmas. Bupati Brebes, Hj. Paramitha Widya Kusuma, menegaskan bahwa langkah ini diambil untuk memastikan mesin birokrasi di Brebes terus bergerak cepat dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Brebes, Senin (24/11/2025), menjadi momentum penting bagi Pemkab Brebes untuk melakukan koreksi dan akselerasi dalam berbagai bidang. Bupati Paramitha menekankan bahwa pergeseran posisi ini bukan sekadar perubahan nama di kantor, melainkan upaya peningkatan kualitas dan kinerja birokrasi.
"Pelantikan dan pengukuhan ini adalah deklarasi bersama untuk bergerak berdasarkan kualitas dan kinerja. Mutasi dan promosi di Brebes didasarkan pada asas meritokrasi," ujar Bupati Paramitha.
Bupati Paramitha juga menegaskan bahwa tidak ada waktu untuk birokrasi yang berjalan lambat. Masyarakat menuntut aksi nyata, bukan hanya perencanaan. Rotasi jabatan merupakan strategi untuk mengevaluasi kinerja dan memetakan kompetensi pejabat. Pejabat yang menduduki posisi baru dianggap memiliki kapasitas dan passion yang sesuai untuk mengatasi masalah di unit kerja tersebut.
"Saya tegaskan, tidak ada istilah 'baper' dalam kamus birokrasi. Yang ada hanyalah kerja tuntas dan adaptasi cepat. Jabatan adalah tanggung jawab, bukan privilege," tegasnya.
Bupati Paramitha memberikan contoh konkret, seperti kepala dinas lingkungan hidup yang harus memiliki peta mitigasi bencana yang detail, serta kepala dinas pertanian yang harus memiliki solusi cepat saat harga bawang anjlok. Ia menargetkan adanya terobosan dari para pejabat baru dalam waktu satu bulan.
Kepada para dokter, penyuluh, dan perawat yang dikukuhkan sebagai Kepala UOBF Puskesmas, Bupati Paramitha berpesan agar menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan adalah cerminan wajah Pemkab yang paling sering dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Saya ingin Puskesmas menjadi solusi kesehatan yang kredibel. Tingkatkan peran dalam pencegahan stunting, gizi buruk, dan pola hidup sehat. Gerakkan masyarakat, jangan hanya menunggu pasien datang," tuturnya.
Berikut adalah daftar 23 JPTP yang dilantik:
1. Drs. Budhi Darmawan, M.Si.
2. Drs. Nur Ari Haris Yuswanto, M.Si.
3. Drs. Apriyanto Sudarmoko.
4. Dra. Tety Yuliana, M.Pd.
5. Dr. Moh Syamsul Haris, S.H., M.H.
6. Caridah, M.Pd.
7. Sutaryono, S.H., M.Si.
8. Dani Asmoro, S.T., M.T.
9. Laode Vindar Aris Nugroho, A.P., M.Si.
10. Mochamad Sodiq, S.STP, M.Si.
11. Ineke Tri Sulistyowaty, SKM, M.Kes.
12. Anna Dwi Rahayuning Rizky, S.T., M.T.
13. Subandi, S.E., M.Si.
14. Drs. Khaerul Abidin, M.M.
15. Sumarno, S.Pd, M.Si.
16. Untung Rizaludin, S.E.
17. Ir. Mohamad Furqon Amperawan, M.P.
18. DR. Warsito Ekoputro S.Sos, M.Si.
19. Abdul Majid S.T. M.T.
20. Moh. Zuhdan Fanani S.H.
21. Drs. Eko Supriyanto, M.Si.
22. Supriyadi, S.Sos.
23. Drs. Edy Kusmartono, M.Si.
Selain itu, dilantik pula 9 pejabat Administrator dan Pengawas, serta 28 Kepala UOBF Puskesmas.(Sholeh).



