IHSG Cetak Rekor Baru di 8.617, Big Caps Kompak Mengangkat Pasar
IHSG kembali mencetak rekor tertinggi, menutup perdagangan Selasa (2/12) di level 8.617. Lonjakan ini sejalan dengan penguatan mayoritas bursa Asia, sekaligus didorong oleh reli saham big caps. Grup Barito, seperti CDIA (+6.8%), TPIA (+5.1%), dan CUAN (+2.6%) menjadi motor utama penguatan, disusul saham raksasa lain seperti ASII (+3.9%) dan BBRI (+1.1%) yang ikut menopang indeks ke level tertinggi.
Tercatat 369 saham menguat dan 278 saham melemah. IHSG +68,3 point (+0,8%) ke level 8.617 dan LQ45 +3,6 poin (+0,42%) ke level 855
Sectoral Return:
- IDXBASIC +1,04%
- IDXCYCLIC +2,42%
- IDXENERGY +0,56%
- IDXFINANCE +1,11%
- IDXHEALTH -0,77%
- IDXINDUST +2,75%
- IDXINFRA +1,83%
- IDXNONCYC +0,25%
- IDXPROPERT +0,88%
- IDXTECHN -0,36%
- IDXTRANS +1,16%
USD/IDR +38 poin (+0,23%) terhadap Rupiah di angka 16.627
Saham yang ditutup menguat
- INCO ditutup menguat Rp140 (+3,66%) ke level Rp3.960 PT Vale Indonesia Tbk (INCO) akan menggelontorkan investasi sebesar Rp138,3 triliun untuk membangun tiga proyek smelter nikel baru di Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako.
- PANI ditutup menguat Rp200 (+1,48%) ke level Rp13.675 PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) kembali mengumumkan perubahan jadwal rights issue, yang akan berlangsung pada 12-18 Desember 2025. Aksi korporasi jumbo ini berpotensi menghimpun dana hingga Rp15,7 triliun, tergantung tingkat partisipasi pemegang saham publik.
Saham yang ditutup melemah
- OPMS ditutup melemah Rp24 (-15,00%) ke level Rp136 PT Optima Prima Metal Sinergi Tbk (OPMS) kembali melepas saham hasil pembelian kembali (treasury stock) Total saham yang akan dilepas mencapai 198.373.000 saham yang di mulai pada 2 Desember 2025 hingga 16 April 2026.
- ADHI ditutup melemah Rp6 (-2,45%) ke level Rp238 PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) kembali memperoleh kontrak baru untuk pekerjaan Jasa Konstruksi Pembangunan Gedung Batavia Dinas Teknis Jatibaru, Jakarta Pusat, DKI Jakarta.
- MDKA ditutup melemah Rp30 (-1,29%) ke level Rp2.280 PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengucurkan pinjaman dengan nilai maksimal USD50 juta kepada entitas usaha, PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS).

