Pasraman Kilat Purna Lingga Cetak Generasi Muda Hindu Berkarakter Suputra di Bekasi

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 16 Desember 2025 13:36 WIB dengan kategori Bekasi Jakarta dan sudah 218 kali ditampilkan

KOTA BEKASI, TERKININEWS.COM- Pasraman Purna Lingga Pondok Gede kembali menggelar Pasraman Kilat pada 13-14 Desember 2025 sebagai upaya membentuk generasi muda Hindu yang berkarakter, cerdas, dan terampil. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Raya Kampung Sawah, Kecamatan Pondok Melati ini diikuti 46 peserta dari jenjang SD hingga SMA.

Mengusung tema "Menjadi Pribadi yang Baik dengan Meningkatkan Śraddhā dan Bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa", acara dibuka resmi oleh Ketua Banjar Hita Karma Pondok Gede, I Wayan Sukerata. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pasraman melampaui teori semata.

"Keterampilan harus terus diasah agar tradisi dan budaya Hindu tetap hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi muda," ujar Sukerata.

Metode Edukatif dan Menyenangkan
Pasraman Kilat dikemas dengan pendekatan kreatif melalui ice breaking, story telling, tebak kata, serta pemberian materi keagamaan aplikatif. Metode ini dirancang agar peserta tidak hanya memahami ajaran Hindu secara konseptual, tetapi mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Penyuluh Agama Hindu Kota Bekasi, Ganies Esa Manura, S.I.Kom, menyampaikan materi utama tentang pentingnya membangun karakter anak suputra sejak dini.

"Karakter suputra—anak yang berbakti, beretika, disiplin, dan bertanggung jawab—merupakan kunci pembuka pintu kesuksesan. Åšraddhā dan bhakti yang kuat akan menuntun generasi muda Hindu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri," jelasnya.

Harapan Melahirkan Generasi Penerus Dharma
Kegiatan tahunan ini diharapkan melahirkan generasi muda Hindu yang suputra, berdaya saing, serta mampu menjadi penerus dharma dan pelestari budaya Hindu di masa depan.

Turut hadir dalam acara: Ketua Yayasan Banjar Hita Karma I Nyoman Arta, Ketua Pasraman Purna Lingga Ni Ketut Seniariati, Wakil Pengurus Pura Penataran Agung Kertha Bumi TMII, dan Perwakilan orang tua murid yang dipimpin Komang Liana. (Dewa).