Sabet Juara 1 Suzuki Vocational Contest 2026, Siswa SMKN 1 Adiwerna Bawa Pulang Mobil Suzuki S-Presso
TEGAL - TERKININEWS.COM - Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-36 PT Gedong Jembar, dealer resmi Suzuki di Kota Tegal, diadakan ajang Suzuki Vocational Contest 2026 bagi siswa dan guru SMK jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) atau bidang sejenis pada hari Selasa (13/1/2026).
Acara bertajuk "Showroom Event Spesial Suzuki Vocational Contest" digelar di showroom perusahaan yang berlokasi di Jalan Dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Tegal.
Perlombaan yang diikuti oleh berbagai sekolah sejumlah daerah berhasil dimenangkan oleh Abdulah Chaerul Azam, siswa kelas 12 jurusan Otomotif SMK Negeri 1 Adiwerna Kabupaten Tegal, yang meraih juara pertama mendapatkan satu unit mobil Suzuki S- Presso.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam rangka peringatan hari jadi perusahaan yang telah beroperasi sebagai dealer utama Suzuki di Kota Tegal.
Acara ini bertujuan meningkatkan kompetensi peserta sesuai standar industri Suzuki, menguji pengetahuan teori dan praktik (meliputi servis, diagnosis, dan aspek lainnya), serta mempererat kerja sama antara industri dan sekolah.
Hadiah yang ditawarkan mencakup satu unit mobil Suzuki S-Presso, mesin, dan alat bengkel untuk sekolah pemenang, sekaligus berperan dalam mencetak mekanik handal yang siap bersaing di dunia kerja.
Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Adiwerna Tegal, Joko Pramono, menyampaikan, "Alhamdulillah siswa didik kami Abdulah Chaerul Azam bisa meraih juara pertama. Sebelumnya, ia telah mengikuti Program Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama tiga bulan di GMM Makassar, dengan fokus pada mekanika alat berat dan kendaraan ringan."
Prestasi yang ditunjukkan selama PKL bahkan membuka peluang bagi Azam untuk diterima sebagai pegawai tetap setelah menyelesaikan studinya, dan pencapaian ini menjadi inspirasi bagi seluruh komunitas sekolah.
"Kami berharap prestasi yang diraih Azam dapat memotivasi teman-temannya untuk lebih giat belajar dan mengembangkan potensi diri. Kerja sama kami dengan berbagai perusahaan mitra juga akan terus kami tingkatkan agar lebih banyak siswa mendapatkan kesempatan untuk berkembang dan meraih kesuksesan," ujarnya.
Joko menambahkan bahwa mobil yang diterima sebagai hadiah akan digunakan untuk keperluan praktik siswa, sedangkan uang binaan akan dialokasikan untuk mendukung berbagai kegiatan pembelajaran lainnya.
Sebelum mengikuti lomba, Azam telah dikenal sebagai siswa berprestasi dan pernah mewakili daerah Tegal ke Makassar. Persiapan menghadapi ajang ini dilakukan selama 2–3 minggu dengan fokus pada materi sesuai kisi-kisi yang ditetapkan panitia bersama dealer Suzuki, meskipun pembelajaran dasar telah terintegrasi dalam aktivitas pembelajaran harian siswa.
Sementara itu, Mutarom, guru jurusan Otomotif yang mendampingi, menjelaskan bahwa perlombaan berfokus pada aspek perawatan kendaraan yang mencakup tiga bagian utama perawatan mesin, sistem kelistrikan, dan sasis kendaraan. Penilaian dilakukan berdasarkan tiga parameter utama, yaitu hasil kerja, ketepatan waktu, dan penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Waktu yang diberikan untuk menyelesaikan seluruh tugas adalah 35 menit dengan pembagian waktu khusus untuk setiap bagian.
"SMK Negeri 1 Adiwerna saat ini memiliki sekitar 2.600 siswa yang terbagi dalam 72 kelas dengan berbagai jurusan, antara lain Otomotif, Mesin, Teknik Kimia Industri, Pengelasan, dan Elektronika," ungkap Mutarom.
Jurusan Otomotif sendiri dibagi menjadi dua bidang keahlian, yaitu alat berat (dengan kemitraan Uniti Traktor) dan kendaraan ringan (berkolaborasi dengan Suzuki, Mitsubishi, Honda, dan Toyota).
Kurikulum kelas industri sekolah disesuaikan dengan standar perusahaan mitra, yang juga secara mandiri melakukan penilaian dan pembuatan peringkat untuk siswa. Beberapa di antaranya bahkan berhasil masuk peringkat sepuluh besar perusahaan otomotif nasional seperti FAW Jakarta.
Program PKL bagi siswa dimulai sejak akhir kelas 10 semester kedua. Bagi mereka yang ditempatkan di perusahaan mitra di Makassar, siswa mendapatkan penghasilan seperti pegawai aktif selama menjalani PKL.
Sebagian besar lulusan SMK Negeri 1 Adiwerna langsung bekerja setelah lulus melalui jalur rekrutmen langsung perusahaan yang datang ke sekolah. Sementara sebagian lainnya memilih melanjutkan pendidikan ke jenjang tinggi atau membangun usaha mandiri, pungkasnya.(Sholeh).

