Bhayangkari Tegal Kota Beri Bantuan Kepada Nelayan KM Rizki Barokah yang Terdampak Kecelakaan Laut
KOTA TEGAL - TERKININEWS.COM - Bhayangkari Cabang Tegal Kota bekerja sama dengan Yayasan Kemala Bhayangkari telah menyalurkan bantuan sosial kepada pemilik dan anak buah kapal (ABK) KM Rizki Barokah yang mengalami kecelakaan laut di perairan Kota Tegal. Penyerahan bantuan dilakukan pada hari Rabu (21/01/2026).
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok nelayan yang saat ini tidak dapat menjalankan aktivitas melaut akibat kerusakan pada kapal, sehingga menghadapi kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari.
Ketua Bhayangkari Cabang Tegal Kota, Ny. Henny Antariksa, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen Bhayangkari untuk selalu berada di sisi masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan, khususnya nelayan yang terkena musibah.
“Kami mengharapkan bantuan yang diberikan bisa sedikit meringankan beban pemilik kapal dan seluruh ABK selama masa tunggu sebelum kapal dapat beroperasi kembali,” ungkapnya.
Menurutnya, Bhayangkari dan Yayasan Kemala Bhayangkari Cabang Tegal Kota tidak hanya memberikan dukungan materi, tetapi juga dukungan semangat untuk membantu nelayan melalui masa sulit ini.
“Bantuan yang kami sampaikan meliputi uang tunai serta paket sembako, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar selama proses evakuasi dan perbaikan kapal berlangsung,” tambahnya.
Pemilik KM Rizki Barokah, Suyatno, mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang tinggi atas perhatian dari Bhayangkari Cabang Tegal Kota. Menurutnya, bantuan yang diterima sangat berarti mengingat kondisi kapal yang belum dapat digunakan untuk aktivitas melaut.
Sementara itu, Ketua DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Jawa Tengah, H. Riswanto, menyatakan bahwa peristiwa ini menunjukkan betapa rentannya nelayan tradisional terhadap risiko yang datang akibat cuaca ekstrem.
Ia menjelaskan bahwa proses evakuasi dan perbaikan kapal memerlukan dukungan yang komprehensif, baik dari sisi dana maupun keahlian teknis, sehingga membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak terkait.
Riswanto juga mengingatkan pentingnya bagi para nelayan untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi.
“Para nelayan disarankan untuk selalu memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama sebelum memutuskan untuk melaut,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah dapat menyusun kebijakan perlindungan sosial bagi nelayan yang lebih responsif terhadap kondisi aktual di lapangan, terutama pada masa musim paceklik atau ketika cuaca ekstrem melanda.
Kecelakaan laut tersebut terjadi pada dini hari Senin (19/01), ketika KM Rizki Barokah GT 5 mengalami gangguan mesin di tengah kondisi cuaca buruk dengan gelombang tinggi. Kapal terombang-ambing dan akhirnya terdampar di breakwater Kalianyar, Kelurahan Mintaragen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal setelah hampir karam di perairan Pantai Alam Indah (PAI).
Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, kerusakan signifikan pada kapal membuat aktivitas melaut terhenti total, yang berdampak langsung pada sumber penghasilan pemilik kapal dan seluruh ABK. (Sholeh).

