Edukasi Lalu Lintas Dari Sekolah, Polres Tegal Kota Tekankan Pentingnya Disiplin Untuk Cegah Kecelakaan
KOTA TEGAL - TERKININEWS.COM - Pembentukan karakter siswa serta pemahaman tentang keselamatan berlalu lintas harus ditanamkan sejak dini untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya. Hal ini ditegaskan Kapolres Tegal Kota AKBP Heru Antariksa Cahya, yang amanatnya disampaikan Wakapolres Tegal Kota Kompol Wahdah Maulidiawati saat memimpin upacara bendera di SMA Negeri 1 Kota Tegal pada Senin (9/2/2026).
“Kecelakaan lalu lintas bukan hal yang tak terhindarkan. Melalui disiplin diri, kepatuhan terhadap peraturan, dan kesadaran bersama setiap pengguna jalan, kita bisa ciptakan keamanan dan keselamatan di jalan raya,” tegas Kompol Wahdah.
Menurutnya, analisis data kecelakaan lalu lintas Polres Tegal Kota periode 2020 hingga 2025 menunjukkan bahwa sebagian besar korban berada pada rentang usia produktif 15–40 tahun, dengan tren peningkatan jumlah setiap tahunnya.
“Kelompok usia 15 sampai 40 tahun masih menjadi mayoritas korban, dan sayangnya jumlahnya terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun,” jelasnya.
Kompol Wahdah juga menjelaskan bahwa Operasi Keselamatan Candi 2026 sedang berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 2 hingga 15 Februari 2026. Operasi ini fokus pada langkah-langkah preventif dan preemtif, serta penegakan hukum yang bersifat humanis sekaligus edukatif.
“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memberikan pendidikan dan pemahaman tentang pentingnya keselamatan berkendara sejak awal kepada para pelajar,” tambahnya.
Acara ini juga diakhiri dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Polres Tegal Kota dan SMA Negeri 1 Kota Tegal, yang mencakup program pembinaan karakter siswa serta penguatan keamanan di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Negeri 1 Kota Tegal Imam Bagus Winarto menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiatif tersebut. Ia berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus diperkuat ke depannya.
“Kerjasama dengan Polres Tegal Kota merupakan langkah yang sangat penting untuk mendukung pembangunan karakter siswa dan menciptakan suasana sekolah yang aman serta kondusif bagi proses belajar mengajar,” pungkasnya. (Sholeh)

