IHSG Melaju ke 8.132, Saham Unggulan Mengamuk di Akhir Sesi
MIRAE ASSET - IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatan hingga akhir sesi ke level 8.132, didukung penguatan saham PANI (+10,65%), CDIA (+7,65%), dan ADMR (+5,29%) serta mayoritas sektor juga menjadi faktor utama penguatan indeks.
Tercatat 556 saham menguat dan 144 saham melemah. IHSG +99,9 point (+1,24%) ke level 8.132 dan LQ45 +8,5 poin (+1,03%) ke level 829
Sectoral Return:
- IDXBASIC +1,58%
- IDXCYCLIC +2,95%
- IDXENERGY +1,58%
- IDXFINANCE +1,36%
- IDXHEALTH +1,23%
- IDXINDUST +2,72%
- IDXINFRA +1,80%
- IDXNONCYC +0,61%
- IDXPROPERT +1,97%
- IDXTECHN +1,26%
- IDXTRANS +1,74%
USD/IDR +24 poin (+0,14%) terhadap Rupiah di angka 16.804
Saham yang ditutup menguat
- ELSA ditutup menguat Rp55 (+7,63%) ke level Rp775 Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) mencetak rekor all time high di Rp770 pada 4 Februari 2026, tertinggi sejak IPO tahun 2008. Secara year-to-date, saham ELSA melonjak lebih dari 40%, didorong kinerja operasional yang konsisten, prospek pertumbuhan solid, serta minat investor terhadap emiten jasa energi dengan fundamental kuat dan portofolio terdiversifikasi.
- ASLI ditutup menguat Rp32 (+7,65%) ke level Rp450 PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menargetkan ekspansi agresif ke proyek infrastruktur besar bernilai triliunan rupiah, mencakup jalan, jembatan, bandara, dan logistik nasional. Langkah ini dilakukan setelah masuknya PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) sebagai pemegang saham pengendali baru yang membawa strategi bisnis lebih terstruktur dan berorientasi jangka panjang.
- INET ditutup menguat Rp14 (+4,19%) ke level Rp348 PT Abadi Kreasi Unggul Nusantara kembali memborong saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) untuk ketiga kalinya pada Februari 2026. Pada 9 Februari 2026, pengendali membeli 45,5 juta saham di harga Rp330 per saham senilai Rp15,01 miliar, sebagai bentuk komitmen investasi jangka panjang dan keyakinan terhadap prospek INET.
- DMAS ditutup menguat Rp5 (+3,73%) ke level Rp139 Sepanjang 2025, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) meraih marketing sales Rp1,6 triliun. Capaian itu, sekitar 88% dari target marketing sales tahun 2025 sebesar Rp1,81 triliun.
Saham yang ditutup melemah
- ENRG ditutup melemah Rp30 (-2,58%) ke level Rp1.130 PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) mengungkap struktur kepemilikan saham per 31 Januari 2026 yang masih terkonsentrasi pada kelompok pengendali Grup Bakrie. Penerima manfaat akhir kepemilikan saham ENRG tercatat atas nama Indra U. Bakrie, Syailendra S. Bakrie, dan Adinda A. Bakrie.

