Bursa Efek Indonesia Targetkan 200 Miliar Perbulan Tahun 2008

Diterbitkan oleh Kasmadi pada Selasa, 22 Januari 2008 00:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 2.756 kali ditampilkan


Terkininews.com Setelah menuai sukses tahun 2007 dengan besaran investasi di bursa efek sebesar Rp 133 miliar perbulan, tahun 2008 ini Bursa Efek Indonesia menargetkan besaran nominal investasi sebesar Rp 200 miliar.

Capital Market Information Centre Riau Marketing Division PT. Bursa Efek Indonesia, Emon Sulaeman kepada Riauterkini selasa (22/1) menyatakan bahwa di catatannya, kondisi Riau cukup prospectus. Pasalnya, pada tahun 2006 tercatat jumlah investor mencapai 439 yang menginvestasikan dananya ke bursa saham hingga mencapai Rp 40 miliar setiap bulannya. Angka itu naik lebih dari 200 % untuk nilai nominal investasi pada tahun 2007.

"Untuk tahun 2007, jumlah investasi di bursa efek wilayah Riau tercatat mencapai Rp 133 miliar perbulannya dengan 765 investor. Angka itu naik pesat dibandingkan dengan tahun 2006 lalu," ungkapnya.

Disinggung tentang target 2008, Emon menyatakan bahwa dengan masih besarnya prospek yang bisa digarap di Riau, maka dirinya optimis untuk tahun 2008 akan naik sebesar 50 % dari angka yang ada. Baik di nilai nominalnya maupun dari jumlah investornya.

Katanya, dengan pangsa pasar yang masih sangat terbuka saat ini di Riau, perusahaan sekuritas bisa dengan sangat leluasa menggarap pangsa pasar di kawasan yang bakal menjadi pusat perdagangan di Asia Tenggara ini. Namun tentu harus lebih ada sosialisasi dan melakukan edukasi terhadap investor maupun calon investor.

Untuk itu, kita selalu memfasilitasi presentasi-presentasi yang dilakukan perusahaan sekuritas dalam menjaring investor yang ingin menanamkan investasinya di bursa efek. Kita juga menyediakan pembicara untuk presentasi tersebut. Kaerena ini jga merupakan upaya sosialisasi kepada investor dan calon investor.

Optimisme Emon bukan isapan jempol semata. Pasalnya, kinerjanya dibackup>/i> 6 perusahaan sekuritas yang handal dan beroperasi di Pekanbaru. Yaitu PT Trimegah Sekuritas, PT BNI Sekuritas, PT Bumi Putra Capital Sekuritas, PT Valbury Asia Sekuritas, PT Sari Jaya Permana dan PT Anugerah Sekurindo Indah. ***(Riauterkini.com/H-we)