Bouksit Jadi Idaman di Kabupaten Lingga

Diterbitkan oleh pada Selasa, 4 Maret 2008 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.249 kali ditampilkan

LINGGA - Beberapa Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan melirik Kabupaten Lingga sebagai lahan segar untuk daerah operasinya.
LINGGA - Beberapa Perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan banyak tertarik akan mananamkan investasinya di beberapa daerah di kabupaten Lingga, ternyata hal ini mengundang kebahagian tersendiri bagi masyarakat yang mempunyai tanah sebagai tempat lahan operasinya.

Isu yang berkembang ditengah masyarakat tentang akan berdirinya beberapa perusahaan yang menumbuh kembangkan produksi tersebut merupakan salah satu solusi dimana para masyarakat sekitar dapat menggantungkan kebutuhan hidupnya sehari hari nanti.

" kami berharap dengan ada nya perusahaan itu nanti, kami sebagai putra daerah bisa diperkerjakan, " Kata Zul salah satu masyarakat Desa Penuba yang saat ini berusaha akan mengajukan permohonan kerja kepada perusahan yang menggarap lahan di daerahnya tersebut.

Namun kesemuanya itu ia juga mengharapkan agar perusahaan yang datang kedaerah nya itu bisa menjaga ekosistem yang berada disekitar, mengingat hal hal yang negatif yang pernah terjadi pada berbagai daerah daerah yang pernah didatanagi para investor dan singgah lalu pergi setelah hasil tambang di keruk.

Gunjang ganjing mengenai PT. Bouksit seperti yang sering disebut masyarakat sekitaran kabupaten lingga " Yang penting tanah saya di ganti rugi," Jelas salah seorang ibu rumah tangga yang tinggal didaerah Kebunnyiur dan juga tanah yang dimilikinya di rencanakan akan di gali oleh salah satu Perusahaan tambang yang menurutnya tanah nya memiliki Hasil tambang Bouksit, merupakan hal yang baru dan trend.

Kebun Nyiur Kecamatan singkep merupakan salah satu target pertambangan bouksit yang nantinya di harapkan mampu menembus dan memperbaiki perekonomian daerah sekitar. Lurah Dabo Fauzi Syekh Saleh yang beberapa waktu lalu saat di temui diruang kerjanya , saat ditanya mengenai hal ini ia mengatakan bahwa pihaknya memang sempat mendengar bahwa daerah yang dimaksud investor akan datang, Namun mungkin mereka (investor _red) sedang mengurus surat menyurat perizinan agar usaha tersebut dinilai legal.(Adhie)