Speed Boat Ngadat, Sekolah Terhambat

Diterbitkan oleh pada Jumat, 13 Juni 2008 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.207 kali ditampilkan

LINGGA - Gara-gara Speed Boat ngadat, siswa-siswi SMK Perikanan di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga terpaksa belajar di pulau seberang sekolah.Kondisi ini terjadi karena Speed Boat bantuan Provinsi Kepulauan Riau tidak seindah tamp
LINGGA - Gara-gara Speed Boat ngadat, siswa-siswi SMK Perikanan di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga terpaksa belajar di pulau seberang sekolah.Kondisi ini terjadi karena Speed Boat bantuan Provinsi Kepulauan Riau tidak seindah tampilan luar.

Speed Boat yang menjadi tumpuan dan kebanggaan bagi guru dan siswa-siswi SMK Perikanan di Kecamatan Senayang Kabupaten Lingga tidak sepenuhnya bisa memberi harapan karena Speed Boat bantuan itu tidak sesuai dengan yang dilihat sebagaimana biasanya Speed Boat yang sama seperti itu lebih cepat, tapi Speed Boat bantuan dari Pemprov Kepri ini tidak diberikan mesin yang sesuai dengan Speed Boat biasanya. Mesin dari Speed Boat ini adalah mesin Dompeng 33 yang kecepatannya lebih kurang sama dengan orang berdayung sampan. "Speed Boat milik SMK itu tidak kalah laju dengan bedayung sampan" ungkap iwan salah satu masyarakat Senayang yang selalu melihat keberangkatan siswa-siswi itu pergi ke sekolah.

Wawan sebagai TU di sekolah tersebut menyebutkan waktu dia menjemput Speed Boat bantuan itu dari Tanjungpinang ke Senayang aja harus ditempuh 17 jam.Ini sangat lama sekali jika dibandingkan dengan Speed Boat ke Tanjungpinang yang biasanya dapat ditempuh cuma kurang lebih 2,5jam saja.

SMK Perikanan yang memiliki siswa 28 orang ini harus menumpang pompong masyarakat yang lewat jika ingin pergi kesekolah mereka atau berdayung sampan jika mesin Speed Boat itu rusak. Para siswa-siswi dan guru sangat berharap jika nanti ada perhatian lebih dari pemerintah untuk dapat memberikan mesin yang sesuai dengan kapasitas Speed Boat yang ada sekarang ini karena kalau seandainya angin kuat atau arus kuat Speed Boat susah untuk menyeberang karena tidak kuat menahan gelombang atau arus yang kuat tersebut.

SMK Perikanan yang merupakan program dari Pemprov Kepri ini baru dimulai pada tahun 2007 yang lalu sehingga baru mempunyai siswa 26 dan siswi 2 orang, tapi seperti diungkapkan salah seorang guru SMK Robert Azasi bahwa tahun ini diharapkan lebih banyak lagi siswa-siswi yang mendaftar di SMK ini karena tamatan dari SMK ini bisa langsung bekerja baik itu berusaha sendiri atau di perusahaan yang bergerak di bidang perikanan atau kelautan.