SMS Presiden Bagi-bagi Pulsa Ternyata Palsu
Juru bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai pesan singkat melalui telepon genggam (SMS) yang menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membagi-bagikan uang dalam bentuk pulsa.
Dalam konferensi pers di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Senin, Andi mengatakan, pesan singkat itu tidak benar dan menyesatkan.
"SMS itu tidak benar dan menyesatkan. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar hati-hati terhadap informasi menyangkut SBY, Ibu Negara, dan keluarganya atau bahkan yang mengatasnamakan staf-staf khususnya," kata Andi.
Andi menyebutkan, isi pesan pendek tersebut adalah "Ultah SBY ke-56 tahun bagi-bagi pulsa. Sebarkan ke delapan HP akan terisi Rp75 ribu. Serius, aku dapat Rp75 ribu cepat."
Pesan pendek tersebut, menurut Andi, beberapa hari terakhir telah menyebar secara cepat di kalangan masyarakat.
Bahkan, kata dia, ajudan Presiden Yudhoyono pun mendapatkan pesan pendek tersebut.
"Karena itu, kami memutuskan menyampaikan peringatan ini agar masyarakat berhati-hati terhadap penipuan semacam itu," katanya. (kpl/cax/ Kapanlagi.com)

