Akibat Flu Babi, Harga Daging Sapi Melonjak
Harga daging sapi di Pasar Jatinegara, Jakarta Pusat, Senin (11/5), naik karena minat konsumen meningkat setelah merebaknya kasus flu babi.
Salah seorang pedagang daging sapi di Pasar Jatinegara, Mukri, mengatakan, salah satu faktor penyebab naiknya konsumsi daging sapi, adalah karena munculnya wabah flu babi yang diperkirakan akan masuk ke Indonesia.
"Banyak pembeli yang biasa mengkonsumsi daging babi, kini beralih ke daging sapi. Tapi prosentasenya tidak terlalu besar," jelasnya.
Menurut Mukri , sejak merebaknya kabar flu babi, pendapatannya sedikit mengalami kenaikan. Jika sebelumnya daging sapi yang terjual setiap harinya mencapai 40 kilogram, maka kini naik menjadi 43-44 kilogram.
"Kenaikannya tidak terlalu banyak, tapi kami bersyukur ada kenaikan," ujar Mukri, yang mengaku sudah berjualan daging sapi selama 12 tahun.
Ia juga mendapat permintaan dari konsumen, agar menurunkan harga daging sapi, mengingat adanya kekhawatiran dari sejumlah warga terhadap daging babi. "Kami tidak bisa menurunkan harga sapi secara sembarangan. Semua itu harus sesuai mekanisme pasar," katanya.
Hingga saat ini, harga daging sapi relatif stabil yakni Rp50 ribu per kilogramnya. Sedangkan untuk harga daging sapi tulang Rp35-40 ribu per kilogramnya. (kpl/bar/ Kapanlagi.com)***

