Budaya Melayu Diangkat Serampang Laut

Diterbitkan oleh pada Rabu, 27 Mei 2009 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 698 kali ditampilkan

LINGGA - Sanggar Serampang Laut yang berlokasi di Pasir Kuning, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep tetap konsisten menampilkan Khasanah Melayu Untuk mempertahankan budaya Melayu yang kini hampir punah oleh kemajuan zaman dan canggihnya tekno
LINGGA - Sanggar Serampang Laut yang berlokasi di Pasir Kuning, Desa Tanjung Harapan, Kecamatan Singkep tetap konsisten menampilkan Khasanah Melayu Untuk mempertahankan budaya Melayu yang kini hampir punah oleh kemajuan zaman dan canggihnya teknologi.

Sanggar Serampang Laut asuhan Encik Abdul Kadir (59) warga Dabo Singkep yang berdiri sejak beberapa tahun silam ini, sangat dikenal oleh masyarakat singkep dengan orkes Melayunya, dan saat ini sanggar tersebut terus mengasah kemampuan guna memaksimalkan penampilan.

Sanggar ini juga sedang merencanakan 5 aktivitas besar antara lain Joged Dankong, Bangsawan, Tari Inai, Zapin dan Pencak Silat. Kadir mengatakan sanggar yang dirintis dengan dana pribadi ini beranggotakan lebih kurang 12 orang. "Sebagian anak-anak sanggar yang putri yang masih termasuk sanak saudara dan keluarga besar da anak - anak yang juga putus sekolah." ujar pria yang kerap disapa Ngah Kadir ini.

"Saya pribadi ingin mengembalikan lagi nostalgia orang-orang tua kita dulu melalui rangkaian kegiatan orkes Melayu ini, terutama seperti Joged Lambak atau yang dikenal Joged Dangkong. Untuk Joged Medan,yang berkecimpung biasanya hanya anak-anak muda. Namun untuk Joged Dangkong tak hanya generasi muda saja, tapi generasi tua juga bisa," terang Kadir yang pernah berkecimpung di kelompok bangsawan SPM, bangsawan Sinar Dabo, Dela Pera, sanggar Cempaka Kuning, Bintan Telani, dan Suara Bintan sejak puluhan tahun silam ini.

Ia berharap pemerintah memperhatikan mereka agar kelangsungan sanggarnya yang dari awal pembentukan hingga saat ini dapat terus bertahan. "Kalau bisa pemerintah jenguklah kami. Kami juga ingin buktikan bahwa Melayu Tak Hilang di Bumi, terutama di bumi Singkep dan Lingga ini." harapnya optimis.***