KAMMI Kepri Desak PLN dan PDAM

Ahad, 31 Mei 2009 00:00 WIB
277x ditampilkan

TANJUNGPINANG -Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau menggelar Kajian Isu Publik (KIP) di Aula Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi Kepulauan Riau Ahad (31/5). KIP diikuti oleh mahasiswa se-Tanjungpin
TANJUNGPINANG -Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau menggelar Kajian Isu Publik (KIP) di Aula Kantor Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah Propinsi Kepulauan Riau Ahad (31/5). KIP diikuti oleh mahasiswa se-Tanjungpinang membahas tentang krisis listrik di Kota Tanjungpinang.

Format kajian yang mereka lakukan dengan menggunakan FGD (Focus Group Discusi) dengan pembagian kelompok sesuai dengan jurusan mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk melatih kemampuan mahasiswa dalam menganalisa suatu masalah dan setelah masalah itu dikaji mahasiswa mampu memberikan kontribusi pemikirannya atau solusi-solusi riil kepada masyarakat.

Demikian ungkap Ketua Bidang Departemen Kebijakan Publik KAMMI Daerah Kepualauan Riau, Raja Dachroni. Dia menyebutkan kekecewaannya terhadap PLN yang belum mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat Tanjungpinang.

Dachroni yang juga merupakan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIPOL Raja Haji ini mengungkapkan, ada kemungkinan KAMMI Kepri akan melakukan class action terhadap PLN, tetapi itu semua tergantung dari kesepakatan kawan-kawan mahasiswa inginnya seperti apa.

"Kita sangat menyesali, masalah krisis listrik yang sudah lama terjadi dari tahun sejak 2007 lalu PLN masih berkutat dengan permasalahan yang itu ke itu juga. Soal daya mesin dan lainnya," kata Dachroni.

Dari kegiatan ini setidaknya ada tiga kemungkinan sikap yang diambil KAMMI yaitu melakukan aksi demontrasi, class action atau melakukan aksi audiensi ke PLN Tanjungpinang dan pemerintah untuk menuntaskan persoalan ini.

"Masyarakat sangat berharap pada bulan Juni kelak, PLN dapat mengatasi permasalahan ini karena masyarakat sudah cukup banyak dirugikan dalam hal ini," ujar Dachroni.

Sementara itu, Ketua KAMMI Daerah Kepulauan Riau, Ahmad Azroi menambahkan tidak hanya PLN yang perlu meningkatkan pelayanan tetapi sekarang PDAM juga melakukan yang serupa dengan macetnya aliran air bersih di perumahan yang ada di Kota Tanjungpinang.

"Untuk masalah kelistrikan sepertinya pemerintah daerah perlu merancang RUKD yang lazimnya dimiliki oleh setiap daerah dan kita menyambut baik pada bulan Juni dan Juli nanti ada penambahan daya dari PLN sehingga Tanjungpinang dapat terang kembali. Namun, kita berharap itu tidak hanya janji karena masyarakat butuh bukti," kata Ahmad Azroi.