3 Bulan Tak Digaji, Pasukan Kuning Mogok Kerja

Diterbitkan oleh pada Senin, 15 Juni 2009 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.016 kali ditampilkan

"LINGGA - Pekerja yang biasanya membersihkan jalan-jalan atau biasa dipanggil ""Pasukan Kuning"" di Kecamatan Lingga tepatnya di ibukota Kabupaten Lingga ini ternyata tidak seperti di Tanjung Pinang atau kota lainnya yang dihormati pejabat kare"
LINGGA - Pekerja yang biasanya membersihkan jalan-jalan atau biasa dipanggil "Pasukan Kuning" di Kecamatan Lingga tepatnya di ibukota Kabupaten Lingga ini ternyata tidak seperti di Tanjung Pinang atau kota lainnya yang dihormati pejabat karena dari merekalah meraih penghargaan piala Adipura sebagai penghargaan yang bergengsi.Para pahlawan ini ternyata sudah 3 bulan ini tidak mendapatkan gajinya.

Pasukan kuning ini memang belum sama seperti dikota-kota lain, karena memang mereka belum dipasang seragam kuning. Pekerja yang semulanya dikontrak oleh Bidang Lingkungan Hidup sebelum ada pemekaran Kantor dan dinas di lingkungan pemerintah kabupaten Lingga. Sekarang mereka sebenarnya bekerja hanya atas janji camat untuk tetap memperjuangkan mereka supaya tetap bekerja. Setelah 3 bulan sejak April hingga Juni ini mereka belum dapat kepastian tentang status mereka bahkan gaji merekapun belum tahu siapa yang akan membayarnya.

Ketika terkininews.com mengkofirmasi ke Camat Lingga Nadar, dia mengatakan " Masalah ini sudah saya sampaikan ke Pak Bupati, dari pak Bupati sendiri sudah ada perintah bayar untuk pekerja-pekerja itu tapi melalui Dinas Pekerjaan Umum yang saat ini dibidangi oleh Said Nursyahdu. Setelah saya konfirmasi ke Said Nursyahdu tapi hingga sekarang belum ada pembayaran." papar Nadar.

Ditempat terpisah Terkininews menjumpai salah seorang pekerja bernama Azal mengatakan " Kami sebenarnya sudah cukup sabar atas janji-janji mereka, dari bulan ke bulan katanya akan dibayar tapi buktinya hingga 3 bulan kami tunggu belum juga ada pembayaran. Kami saja untuk makan sehari-hari harus berhutang di kedai, tapi orang kedai sekarang sudah tidak percaya lagi karena terlalu lama. Jadi sekarang kami mau makan apa ?". Memang ada pinjaman dari pribadi pak camat tapi itu cuma pinjaman, sedangkan kami tidak tau berapa sebenarnya kami ini digaji dan tidak tau juga siapa yang akan membayar gaji kami. Pernah juga kami dijanjikan katanya akan ada Surat Keputusan (SK) dari pak bupati, tapi kami sudah tidak terlalu berharap cuma kami minta kami dibayar sesuai dengan pekerjaan yang telah kami kerjakan. Jika kami telah dibayar, kami juga siap untuk bekerja kembali," Ungkap Azal dengan nada sedih.

Untuk diketahui bahwa pekerja pembersih jalan ini sebanyak 31 orang yang sekarang semuanya mogok kerja karena sudah terlalu lama menunggu upah yang harus mereka dapatkan. Ketika terkininews ingin mengkonfirmasi ke Said Nursyahdu yang katanya bertanggungjawab atas pembayaran ini melalui HP nya ternyata tidak aktif diluar jangkauan.***