3 Bulan Tak Digaji, Pasukan Kuning Mogok Kerja
"LINGGA - Pekerja yang biasanya membersihkan jalan-jalan atau biasa dipanggil ""Pasukan Kuning"" di Kecamatan Lingga tepatnya di ibukota Kabupaten Lingga ini ternyata tidak seperti di Tanjung Pinang atau kota lainnya yang dihormati pejabat kare"
LINGGA - Pekerja yang biasanya membersihkan jalan-jalan atau
biasa dipanggil "Pasukan Kuning" di Kecamatan Lingga tepatnya di
ibukota Kabupaten Lingga ini ternyata tidak seperti di Tanjung Pinang
atau kota lainnya yang dihormati pejabat karena dari merekalah meraih
penghargaan piala Adipura sebagai penghargaan yang bergengsi.Para
pahlawan ini ternyata sudah 3 bulan ini tidak mendapatkan
gajinya.
Pasukan kuning ini memang belum sama seperti dikota-kota lain, karena
memang mereka belum dipasang seragam kuning. Pekerja yang semulanya
dikontrak oleh Bidang Lingkungan Hidup sebelum ada pemekaran Kantor dan
dinas di lingkungan pemerintah kabupaten Lingga. Sekarang mereka
sebenarnya bekerja hanya atas janji camat untuk tetap memperjuangkan
mereka supaya tetap bekerja. Setelah 3 bulan sejak April hingga Juni
ini mereka belum dapat kepastian tentang status mereka bahkan gaji
merekapun belum tahu siapa yang akan membayarnya.
Ketika terkininews.com mengkofirmasi ke Camat Lingga Nadar, dia
mengatakan " Masalah ini sudah saya sampaikan ke Pak Bupati, dari pak
Bupati sendiri sudah ada perintah bayar untuk pekerja-pekerja itu tapi
melalui Dinas Pekerjaan Umum yang saat ini dibidangi oleh Said
Nursyahdu. Setelah saya konfirmasi ke Said Nursyahdu tapi hingga
sekarang belum ada pembayaran." papar Nadar.
Ditempat terpisah Terkininews menjumpai salah seorang pekerja bernama
Azal mengatakan " Kami sebenarnya sudah cukup sabar atas janji-janji
mereka, dari bulan ke bulan katanya akan dibayar tapi buktinya hingga 3
bulan kami tunggu belum juga ada pembayaran. Kami saja untuk makan
sehari-hari harus berhutang di kedai, tapi orang kedai sekarang sudah
tidak percaya lagi karena terlalu lama. Jadi sekarang kami mau makan
apa ?". Memang ada pinjaman dari pribadi pak camat tapi itu cuma
pinjaman, sedangkan kami tidak tau berapa sebenarnya kami ini digaji
dan tidak tau juga siapa yang akan membayar gaji kami. Pernah juga kami
dijanjikan katanya akan ada Surat Keputusan (SK) dari pak bupati, tapi
kami sudah tidak terlalu berharap cuma kami minta kami dibayar sesuai
dengan pekerjaan yang telah kami kerjakan. Jika kami telah dibayar,
kami juga siap untuk bekerja kembali," Ungkap Azal dengan nada sedih.
Untuk diketahui bahwa pekerja pembersih jalan ini sebanyak 31 orang
yang sekarang semuanya mogok kerja karena sudah terlalu lama menunggu
upah yang harus mereka dapatkan. Ketika terkininews ingin
mengkonfirmasi ke Said Nursyahdu yang katanya bertanggungjawab atas
pembayaran ini melalui HP nya ternyata tidak aktif diluar jangkauan.***

