Mahasiswa Minta Pemprop Berhati-hati
"TANJUNGPINANG -Mengatasi persoalan krisis air di Tanjungpinang, pemerintah Propinsi Kepulauan Riau diminta untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan. "
TANJUNGPINANG -Mengatasi persoalan krisis air di Tanjungpinang, pemerintah Propinsi Kepulauan Riau diminta untuk berhati-hati dalam mengambil kebijakan.
Hal itu seperti yang diungkapkan Ketua Departemen Kebijakan Publik (DKP) & Pengembangan Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Kepulauan Riau, Raja Dachroni belum lama ini.
Menurutnya, persoalan krisis air di Tanjungpinang harus ditangani serius tidak hanya tuntas jika berbagai pihak yang bertanggungjawab dalam hal ini terus berwacana.
Perlu ada langkah konkrit seperti upaya pengerukan sungai pulai di KM 14 Tanjungpinang, penambahan pipa ke tengah sungai atau mengambil sumber air dari Bintan.
Munculnya wacana untuk membuat hujan buatan di Sungai Pulai menurut Dachroni perlu dipertimbangkan dan pemerintah daerah Propinsi Kepulauan Riau diminta untuk tidak gegabah terkait dengan persoalan ini. Selain anggaran yang dipergunakan relatif besar, upaya untuk membuat hujan buatan juga dinilai tidak efektif dan efesien karenan memakan biaya 14,5 Milyar .
"Kita berharap persoalan krisis air di Tanjungpinang ini dapat segera diselesaikan, sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli air karena kemacetan ini," ungkap Dachroni belum lama ini.
Dia juga menambahkan persoalan air dan listrik di Tanjungpinang harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena itu merupakan kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. "Sudah saatnya pemerintah daerah juga memikirkan sumber air lain selain Sungai Pulai untuk kebutuhan masyarakat Tanjungpinang," tambah Dachroni.

