Petani Padi Beralih Tanam Palawija

Diterbitkan oleh Redaksi pada Ahad, 19 Juli 2009 00:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 1.459 kali ditampilkan


Petani padi di Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah kini beralih menanam palawija karena musim kemarau.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Dinas Pertanian, Perkebunan dan Kehutanan (Tanbunhut) Kecamatan Lebaksiu Kabupaten Tegal Ikhwan Budiono, Sabtu mengatakan sebagian petani padi beralih menanam palawija, sebagai solusi agar penghasilan dan kegiatan bercocok tanam terus berjalan pada musim kemarau saat ini.

"Sesuai SK (surat keputusan) bupati tentang tata pola tanam, palawija yang kami tanam adalah jagung hibrida dan kedelai, dan lahan yang digunakan mencapai 50% dari total luas lahan petani," katanya.

Ia mengatakan total lahan milik petani yang digunakan untuk bercocok tanam seluas 2.736 hektar, termasuk sawah produktif.

Sedangkan lahan yang ditanami jagung seluas 1.000 hektar, dan untuk kedelai seluas 150 hektar.

Menurut dia, penanaman jenis palawija itu membutuhkan waktu 3-4 bulan untuk satu masa tanam.

Alasan petani beralih menanam palawija karena tanaman ini cocok ditanam pada musim kemarau. "Tanaman palawija tidak membutuhkan banyak air, sehingga pengairan cukup dilakukan tiga kali setiap melakukan pemupukan," katanya.

Akibat para petani beralih ke tanaman palawija, menurut Ikhwan produksi beras di wilayah Kecamatan Lebaksiu menurun. "Produksi beras pada saat musim normal mencapai 5.400 ton setiap satu kali masa tanam," katanya.

Namun, akibat petani beralih ke tanaman palawija, produksi beras menurun hingga 50%. "Penurunan produksi beras hingga 50%, yakni pada kisaran 2.700 ton," katanya. (kpl/npy/Kapanlagi.com)