Melindungi Kekah Agar Tak Punah

Diterbitkan oleh pada Selasa, 28 Juli 2009 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.199 kali ditampilkan

"NATUNA -Selain memiliki pantai yang indah, ternyata Natuna juga memiliki hewan langka yang kini nyaris punah. Hewan langka itu bernama kekah."
NATUNA -Selain memiliki pantai yang indah, ternyata Natuna juga memiliki hewan langka yang kini nyaris punah. Hewan langka itu bernama kekah.

Karena ketiadaan kawasan konservasi di Kepulauan Natuna, kekah natuna diperkirakan akan segera punah akibat kehilangan habitat dan perburuan.

Ferdi N. Rangkuti Peneliti pada Pusat Studi Biodiversitas dan Konservasi (PSBK) dan mahasiswa Program Pasca Sarjana, Biologi Konservasi, Universitas Indonesia (UI).

Kekah natuna (Presbytis natunae), merupakan fauna yang mengalami ancaman paling besar dan serius. Mengapa kekah menjadi sasaran perburuan? Hal ini diduga karena Kekah natuna mampu dijual dengan harga yang relatif tinggi. Antara Rp. 300.000,- hingga Rp. 800.000,- per ekor khususnya kekah yang masih muda.

Banyaknya orang yang ingin memelihara kekah natuna ini, karena secara morfologi bentuknya sangat lucu, selain itu hewan ini juga mudah jinak, dan dianggap memiliki nilai prestisius bila memeliharanya.

Beberapa orang yang memelihara kekah mengaku sangat mudah merawatnya, karena kekah mau diberi makan apa saja, seperti makanan yang biasa dimakan manusia (nasi, roti, susu, pisang, dan sayur-sayuran). Tentu saja banyak kasus kekah yang mati dalam pemeliharaan akibat konsumsi pakan yang tidak sesuai.

Selain itu, kekah juga diketahui banyak dibawa keluar pulau sebagai oleh-oleh atau hadiah, maupun untuk dijual. Transportasi yang digunakan biasanya kapal-kapal dagang di pelabuhan-pelabuhan lokal, ada juga yang menggunakan jasa pesawat militer. Cara seperti ini dianggap lebih aman, karena biasanya tidak melalui pemeriksaan yang berarti.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Tim PSBK UI selama 16 Juni hingga 2 Juli 2002, tercatat sebanyak 28 ekor Kekah pernah tertangkap dan dipelihara. Sebagian besar hewan tersebut akan dijual oleh pemiliknya.

Kekah natuna hanya ditemui di Pulau Natuna (Bunguran Besar) saja. Di pulau tersebut kekah tersebar dalam beberapa tipe habitat dan ketinggian (gunung tertinggi adalah Gn. Ranai 1.035 m dpl).

Menurut Riswandi, ST Kabid Promosi dan Pemasaran Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya dan Pariwisata Pemkab Natuna (Disporabudpar) telah berupaya dan memperhatikan satwa kekah untuk dicagar sehingga tak punah.