Harga CPO Diramalkan Terus Melonjak

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 11 Agustus 2009 00:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 801 kali ditampilkan


Vice President II, Roundtable Sustainable Palm Oil (RSPO), Derom Bangun memprediksi harga crude palm oil (CPO) atau minyak sawit mentah terus mengalami kenaikan, karena meningkatnya permintaan.

"Sejak awal 2009 permintaan minyak sawit mulai pulih dan mengalami kenaikan, kata Derom Bangun, dalam Roundtable on Sustainable Palm Oil, RSPO Public Forum 2009, dengan tema "Sustainable Palm Oil Mengapa Semakin Penting", di Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut dia, pertumbuhan konsumsi dunia rata-rata yang wajar akan membutuhkan tambahan produksi minyak dan lemak antara 4-6 juta ton per tahun.

"Belum lagi untuk memenuhi penggunaan biodiesel yang banyak dialami minyak kanola," katanya.

Saat ini harga minyak kelapa sawit mentah di Kantor Pemasaran Bersama (KPB), PT Perkebunan Nusantara (PTPN) mencapai Rp7.438 per kg (10/8) atau mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp6.479 per kg (24/7). Sedangkan untuk di Rotterdam (CIF) harga CPO US$700 per ton.

Derom memprediksi harga minyak sawit mentah akan terus mengalami kenaikan, apalagi diperkirakan pada tahun ini akan terjadi musim kemarau yang panjang atau El Nino.

"Diperkirakan kalau terjadi El-Nino maka harga minyak sawit mencapai 800 dolar AS per ton di Rotterdam," kata Derom memprediksi.

Ia mengatakan produksi minyak sawit mentah Indonesia pada tahun 2009 akan meningkat dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2008 produksi mencapai 18,8 juta ton dimana untuk ekspor mencapai 14,3 juta ton, dan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri 4,5 juta ton.

Sedangkan untuk 2009 jumlah produksi minyak sawit diperkirakan mencapai 20,3 juta ton. Hingga Juni produksi minyak sawit sudah mencapai 9,1 juta ton.

"Jumlah produksi tertinggi biasanya terjadi pada September yang mencapai 11 persen dari total produksi, dan terendah pada Januari dan Februari," tandasnya. (kpl/bar/Kapanlagi.com)