Jelang Ramadhan, Disperindagkop Monitor Stok Sembako

Diterbitkan oleh Redaksi pada Selasa, 11 Agustus 2009 00:00 WIB dengan kategori Bisnis dan sudah 717 kali ditampilkan


Dua pekan menjelang Ramadhan, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Cilegon, Banten melakukan pemantauan pasar, terutama ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) di beberapa lokasi pasar tradisional.

"Pemantauan ini untuk mengetahui terjadinya lonjakan kenaikan harga dan kelangkaan atau ketersediaan sembako di beberapa pasar di Cilegon," kata Kepala Bidang Pasar dan Industri Disperindagkop Kota Cilegon, Daih Darmawan di Cilegon, Senin (10/8).

[Info untuk Anda: "Semua berita KapanLagi.com bisa dibuka di ponsel. Pastikan layanan GPRS atau 3G Anda sudah aktif, lalu buka mobile internet browser Anda, masukkan alamat: m.kapanlagi.com"]

Menurut Daih, dari hasil laporan petugas Disperindagkop Kota Cilegon yang melakukan pemantauan di Pasar Baru Merak, Pasar Blok F dan Pasar Kota memasuki bulan puasa terjadi kenaikan harga untuk beberapa barang kebutuhan pokok.

"Harga sembako mengalami kenaikan tetapi bila dihitung kenaikan harga masih dalam batas normal, kenaikan rata-rata terjadi sekitar satu persen," katanya.

Mengantisipasi terjadinya lonjakan harga, Disperindagkop setempat dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan agen dan distributor sembilan bahan pokok di Cilegon untuk mengatasi kenaikan harga terutama menjelang bulan puasa.

"Biasanya menjelang bulan puasa permintaan masyarakat terhadap beberapa kebutuhan pokok mengalamvi peningkatan, kita harus antisipasi dengan ketersediaan barang barang kebutuhan tersebut," jelas Daih.

Beberapa barang kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan seperti cabe merah, minyak curah, gula pasir, gula merah dan telur.

Harga telur yang sebelumnya Rp8.000, sekarang mencapai Rp19 ribu per kilogramnya.bawang putih dari Rp8.000 perkilogramnya menjadi Rp13.000 perkilogramnya.

Sementara untuk komoditas sayur mayur kenaikan mencapai seribu rupiah setiap kilogramnya.

Salah seorang pembeli Nani mengaku heran kenapa setiap memasuki bulan puasa harga sembako selalu meningkat, ia mengaku sangat keberatan dengan kondisi harga seperti sekarang.

"Harusnya pemerintah bisa menekan kenaikan yang selalu terjadi setiap mau puasa, kalo bisa mah masyarakat di kasih harga sembako yang murah dan kualitasnya bagus," ujar dia. (kpl/bar/Kapanlagi.com)