KAMMI Desak Pemda Tutup THM
TANJUNGPINANG -Jelang bulan Ramadan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Propinsi Kepulauan Riau meminta kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten / kota agar mengambil langkah inisiatif untuk menutup tempat hiburan malam (THM)
TANJUNGPINANG -Jelang bulan Ramadan, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Propinsi Kepulauan Riau meminta kepada seluruh pemerintah daerah kabupaten / kota agar mengambil langkah inisiatif untuk menutup tempat hiburan malam (THM).
Hal itu seperti yang dikemukakan Ketua Umum KAMMI Propinsi Kepulauan Riau, Ahmad Azroi Kamis (13/8). Dia mengungkapkan hal itu perlu dilakukan untuk menghormati umat muslim yang sedang menjalankan ibadah di bulan Ramadan nanti. Selain itu, dia juga meminta kepada pemerintah daerah untuk menindak tegas rumah makan setengah tiang alias rumah makan yang buka di siang hari.
"Hal ini seperti sepele, tetapi untuk menjaga keharmonisan antarumat beragama dan penghargaan untuk orang yang tengah menjalankan ibadah di bulan Ramadan, mestinya pemerintah daerah mengambil langkah inisiatif untuk menyikapi persoalan ini dengan mengeluarkan peraturan daerah terkait persoalan ini," sebut Azroi.
Selain itu, ungkapnya, banyak sekali penyakit masyarakat yang sudah merebak dan ini akan membuat kesehatan sosial di masyarakat menjadi terganggu. Itulah sebabnya, selain menutup THM dia berharap pemerintah daerah mengambil langkah jangka panjang pasca Ramadan nanti untuk memikirkan kebijakan yang cocok untuk mengatasi penyakit masyarakat.
"Kita berharap pada bulan Ramadan ini seluruh umat muslim di Kepri dapat menjalankan ibadahnya dengan tenang dan damai. Langkah ini pernah di ambil oleh Pemko Tanjungpinang pada tahun yang lalu, itulah sebabnya tidak ada alasan untuk tidak menerapkan dan menegakkannya kembali," ujar Azroi yang juga merupakan mahasiswa Sosiologi STISIPOL Raja Haji ini.
Sementara itu, Kepala Biro Humas KAMMI Kepri, Jamhur Ar-Rahman menyebutkan KAMMI akan menggelar aksi damai terkait dengan hal ini Ahad (16/8) di bundaran Pamedan Jl.Ahmad Yani Tanjungpinang.
"Ada dua momentum yang kita peringati dalam aksi damai tersebut. Pertama, momentum jelang HUT kemerdekaan RI yang ke-64 dan kedua momentum bulan Ramadan. Aksi ini melibatkan pelajar se-kota Tanjungpinang dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta yang ada," ungkap Jamhur Ar-Rahman.

