Proyeksi Penerimaan ESDM Tahun Depan Rp189,48 Triliun
Pemerintah dan Panitia Anggaran DPR RI memproyeksikan Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memberikan sumbangan bagi penerimaan negara 2010 sebesar Rp189,48 triliun atau 20% dari total penerimaan negara.
Penerimaan negara sektor ESDM tersebut terdiri dari penerimaan dari Minyak dan Gas Bumi sebesar Rp174,39 triliun dan Penerimaan Pertambangan Umum sebesar Rp15,09 triliun.
"Proyeksi tersebut merupakan hasil rapat Panitia Kerja Asumsi Dasar, Pendapatan, Defisit dan Pembiayaan dalam pembahasan RUU APBN Tahun 2010 antara Pemerintah dengan Panitia Anggaran DPR RI", jelas Sutisna Prawira, Kepala Biro Hukum dan Humas Departemen ESDM di Jakarta, Sabtu (12/9).
Sutisna mengatakan, pada rapat tersebut juga dihasilkan asumsi makro dalam RUU APBN 2010 untuk sektor ESDM. Masing-masing adalah untuk harga minyak mentah sebesar US$65 per barel. Nilai tukar Rupiah terhadap mata uang Dolar Amerika Serikat sebesar Rp10.000 per satu dolar AS.
Sedang Lifting Minyak sebesar 965 ribu barel per hari.
"Selain itu, rapat juga memproyeksikan besaran subsidi energi dalam RUU APBN 2010 sebesar Rp106,53 triliun", papar Sutisna.
Subsidi tersebut, urai dia, terdiri dari subsidi untuk BBM (Bahan Bakar Minyak) dan BBN (Bahan Bakar Nabati) sebesar Rp57,36 triliun.
Subsidi untuk LPG 3 Kg sebesar Rp11,36 triliun. Serta subsidi listrik sebesar Rp37,80 triliun.
"Dari proyeksi subsidi energi tersebut, untuk subsidi BBN adalah Rp1,60 triliun. Untuk biaya distribusi dan margin (alpha) BBM PSO rata-rata sebesar Rp556 per liter (sampai APMS)," imbuhnya.
Untuk subsidi BBM, Panja merekomendasikan agar dilakukan upaya efisiensi melalui kebijakan subsidi BBM distribusi dengan pola tertutup. Adapun pembayaran subsidi energi dilakukan sesuai realisasi dengan mempertimbangkan kemampuan anggaran.
"Proyeksi penerimaan negara dari sektor ESDM tersebut sudah memperhitungkan penurunan Cost Recovery KKKS sebesar US$1 miliar dari US$13.006 miliar menjadi 12,006 miliar dolar AS tanpa harus menyebabkan penurunan lifting minyak dan gas bumi," terangnya lagi. (kpl/meg/Kapanlagi.com)

