Al Jannah yang Tertinggal di Pinggir Ibukota Lingga

Diterbitkan oleh pada Rabu, 30 September 2009 00:00 WIB dengan kategori Nasional dan sudah 1.077 kali ditampilkan

LINGGA - Lingga Bunda Tanah Melayu, itulah slogan Kabupaten Lingga yang sudah terkenal di seantero negeri ini dan semoga itulah semangat yang timbul untuk membangun Lingga untuk lebih maju kedepannya serta ada pula Bertingkap Alam Berpintu Ilahi sl
LINGGA - Lingga Bunda Tanah Melayu, itulah slogan Kabupaten Lingga yang sudah terkenal di seantero negeri ini dan semoga itulah semangat yang timbul untuk membangun Lingga untuk lebih maju kedepannya serta ada pula Bertingkap Alam Berpintu Ilahi slogan pada logo Kabupaten Lingga, tapi ada yang tertinggal ketika slogan tidak sesuai kenyataan.

Melayu yang indentik dengan Islam merupakan salah satu kekayaan hayati yang dimiliki orang Melayu dalam semangat mengamalkan Islam dalam kehidupannya. Negeri Bunda Tanah Melayu Lingga ini merupakan sejarah kesuksesan Melayu dimasa lampau yang sangat erat sekali dengan nilai-nilai keislamannya, begitu juga dengan visi misi Lingga kedepan yang menjadikan Lingga lebih religius.

Sembari berjalannya waktu 5 tahun kabupaten Lingga ini ternyata sedikit luput dari pantauan pejabat-pejabat Lingga dalam memperhatikan, serta mencapai tujuan Lingga menjadikan Lingga yang religius.

Surau Al-Jannah yang merupakan ikon pintu masuknya di ibukota kabupaten Lingga yang terletak di sebalik pintu gerbang selamat datang Tanjung Buton Desa Mepar sangatlah memprihatinkan. Kenapa para pejabat hanya melihat saja dan tidak terbersik hatinya untuk mensegerakan pembangunan surau itu padahal surau tersebut adalah surau " Lingga menyambut kaum muslim yang datang".

Surau Al Jannah yang berukuran 3x5 meter itu sudah tidak layak lagi digunakan dikarenakan sudah sangat lapuk dan rapuh, sehingga berbahaya bagi jama'ah yang melaksanakan ibadahnya disana. Seiring waktu berjalannya kabupaten Lingga tapi Al Jannah masih tetap dengan muka lama yang terus dimakan usia dan debu jalanan pengendara yang melihat dengan sebelah mata. Dimanakah letak rasa hati para petinggi negeri Melayu ini sudah lima tahun kenapa masih belum bisa membangun surau yang menjadi ikon kabupaten Lingga digerbang masuk ibukota. Apakah berkah negeri ini akan dicabut Allah dikarenakan ketidakpeduliannya para pemimpin negeri ini akan rumah Allah yang Maha Suci itu. Kita tunggu para pemimpin berhati suci yang segera merubah negeri Melayu ini dengan sentuhan Islami seperti harapan para puak-puak negeri Melayu.***