Yusron Aminullah, Kembangkan Budaya Lewat TV Lokal

Diterbitkan oleh pada Rabu, 9 Desember 2009 00:00 WIB dengan kategori Profil dan sudah 1.481 kali ditampilkan

Media adalah kebutuhan dasar masyarakat, semakin maju sebuah masyarakat, maka medianya juga semakin maju, progresif dan futuristik. Demikiann juga sebaliknya.
Media adalah kebutuhan dasar masyarakat, semakin maju sebuah masyarakat, maka medianya juga semakin maju, progresif dan futuristik. Demikiann juga sebaliknya. Makanya media termasuk TV Lokal punya peran besar untuk mendorong kemajuan masyarakat khususnya dalam aspek budaya.

Itulah barangkali yang melatarbelakangi Yusron Aminullah, penggagas Bintan TV mendirikan TV lokal di Tanjungpinang.

"Saya sebagai orang yang bergelut di media sejak 20 tahun yang lalu merasa terpanggil untuk mendirikan BINTAN-TV karena saya melihat agresifitas masyarakat menapaki masa depan kurang bergairah," kata Yusron.

Orientasi yang mereka miliki masih orientasi pada umumnya, bahkan boleh disebut orientasi nasional. Ini wajar, karena sehari-hari mereka lebih banyak menyaksikan "perkembangan masyarakat" yang ada di luar pulau Bintan. Karena TV yang hadir di rumah-rumah penduduk adalah TV nasional dan TV tetangga, Malaysia dan Singapura. sehingga kecenderunga keinginan masyarakatnya "tidak membumi".

"Itulah sebabnya saya bersama teman-teman di pulau Bintan khususnya dan Kepri pada umumnya merintis sebuah stasiun TV lokal. Tujuan utamanya adalah menumbuhkan sikap memiliki yang tepat atas potensi yang dimilikinya. Baik potensi alam, ekonomi dan bahkan TV Bintan ingin menjadi sebuah media komunikasi dan mediasi bagi kepentingan public secara luas," tambah Yusron.

Menurutnya, tidak mungkin TV Nasional atau TV Malaysia menayangkan berita orang Tanjungpinang atau orang Kabupaten Bintan yang kesulitan air, listrik. Hanya TV lokal yang akan mampu menampilkan wajah-wajah lokal baik dalam energi kegembiraan saat bekerja, energi semangat saat sekolah dan kuliah maupun ekspresi sosial dalam ragam kegiatan lokal.

Hanya TV lokal yang bisa menyajikan Walikota Tanjungpinang, Gubernur Kepri atau Bupati Bintan dalam sebuah dialog rutin misalnya, 1 jam dalam setiap minggu. Kalau ini terus dilakukan, maka dinamisasi pembangunan dan demokrasi akan berlangsung dengan baik.